IQNA - Sebuah manuskrip Alquran berusia delapan ratus tahun yang berasal dari masa kekuasaan Muslim di Spanyol disimpan di Museum Malaga.
Menurut Iqna melansir Islam City, Naskah Cútar (bahasa Spanyol: Los manuscritos de Cútar) merujuk pada tiga dokumen dari masa Spanyol Islam yang ditemukan pada tahun 2003 di desa Cútar, Provinsi Málaga. Dokumen-dokumen tersebut -yang mencakup sebuah salinan Alquran dan dua buku lainnya- telah disembunyikan di balik dinding sebuah rumah tua selama lebih dari 500 tahun. Penelitian lebih lanjut mengungkap bahwa buku-buku itu diletakkan di sana oleh Muhammad al-Shiyar, seorang ahli hukum dan imam di desa Acuta, sekitar tahun 1500 Masehi.
Al-Shiyar tiba di Cútar pada tahun 1490. Setelah penaklukan kembali Spanyol oleh pihak Katolik, ia dihadapkan pada pilihan antara berpindah keyakinan atau menjalani pengasingan. Ia memilih opsi kedua dan, dengan harapan dapat kembali suatu saat nanti, memutuskan untuk menyembunyikan buku-buku tersebut di balik dinding. Buku-buku itu tidak pernah ia temukan kembali. Buku-buku tersebut akhirnya ditemukan secara tidak sengaja pada tanggal 28 Juni 2003, saat para pekerja sedang merenovasi rumah pemiliknya saat ini.
Buku-buku tersebut telah direstorasi dan kini disimpan di Arsip Sejarah Provinsi Malaga. Alquran berbentuk persegi itu berasal dari masa Almohad—antara abad ke-12 atau ke-13 Masehi—yang menjadikannya salah satu dari dua Alquran tertua di Spanyol. Dua lainnya ditulis oleh Al-Shiyar.
Salinan cetak buku-buku ini juga disimpan di Museum Monfi di Cutar.
Buku pertama, berjudul Tejarat, adalah buku referensi yang digunakan Al-Shiyar, sebagai seorang ahli hukum, ketika ia membutuhkan klarifikasi tentang masalah tertentu.
Dalam buku kedua, Al-Shiyar menyajikan informasi serta riwayat hidup dan masyarakatnya; namun, terdapat pula syair-syair yang memuat doa-doa nabawi, khotbah, hadis, serta berbagai topik keagamaan, magis, dan esoteris lainnya. Buku ini juga terbuat dari kertas dengan sampul kulit.
Buku ketiga adalah sebuah salinan Alquran yang berasal dari abad ke-14 yang berarti sudah berusia lebih dari satu abad pada masa hidup Al-Shiyar.
Dapat dikatakan bahwa harapan Al-Shiyar telah terwujud, karena buku-bukunya yang sempat hilang- beserta kenangan tentang dirinya dan orang-orang sezamannya- kini telah dilestarikan agar dapat dimanfaatkan oleh semua orang. (HRY)