Iqna merilis dari situs Arab Online, bahwa Muballig yang berdarah Palestina dan tinggal di Amerika tersebut menegaskan tentang komprehensifitas agama Islam dan kemampuannya untuk sesuai dengan semua situasi dan kondisi sehingga tidak ada maknanya kita sebut adanya agama Islam Eropa atau Arab.
Yahya Hindi menambahkan, bahwa Islam yang muncul di Jazirah Arab dengan membawa aturan dan visi baru berhasil menciptakan kesesuaiannya untuk hidup dan berkembang di tempat manapun.
Pakar agama Islam yang berusia 40 tahun ini lahir di kota Nablus dan sudah 20 tahun hidup di Amerika bertabligh di kalangan non muslim menyebarkan ajaran islam kepada mereka.
Selain menjadi imam dan khatib Jumat, beliau juga dosen di sebuah perguruan tinggi George Tavan.
142248