IQNA

Persatuan Ulama Irak Mengutuk Ucapan Kandidat Presiden Amerika Serikat

18:10 - August 05, 2007
Berita ID: 1569153
Persatuan Ulama Iraq mengeluarkan sebuah resolusi yang isinya mengecam statmen provokatif Tom Ton Kardu, Kandidat Presiden Amerika tentang penghancuran tempat-tempat ziarah kaum muslimin di Mekkah dan Madinah.
Iqna merilis dari situs nasij, bahwa ulama Irak dalam resolusi tersebut juga mengecam diamnya masyarakat dunia atas rencana jahat yang bertujuan untuk membumihanguskan seluruh kaum muslimin dan berterusannya masa pendudukan atas tanah air kaum muslimin.

Pada resolusi itu juga disebutkan, bahwa ceramah yang mengandung penghinaan kandidat presiden Amerika menyingkap dendam kesumat para petinggi Amerika terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menjadikan tempat-tempat suci kita sebagai sasaran dengan alasan perang berterusan dan tindakan terorisme. Semua itu mereka maksudkan juga untuk kehadiran mereka yang berkepanjangan di Kawasan.


Perkumpulan Ulama Islam Irak menjelaskan dalam resolusi tersebut, bahwa apa yang disampaikan oleh kandidat tersebut juga menunjukkan strategi jangka panjang mereka dengan tanpa memperhatikan keyakinan masyarakat lain. Dan semua proyek mereka dimulai dari sejak kekalahan dan kegagalan yang didapatkan oleh Bush dan pasukan militer Amerika atas tindakannya menduduki Irak dan sekitarnya.

Amerika dan antek-anteknya dengan rencana tersebut hanya akan mengulang sebuah fakta histories yang berkenaan dengan serangan pasukan gajah Abrahah yang pasti akan berakhir dengan kebinasaan mereka, sebab semua kaum muslimin tidak akan tinggal diam dan akan membela hingga tetes darah penghabisan melawan tindakan terorisme tersebut, tambahnya.

Seperti diketahui, Tan Kardu, kandidat presiden AS dalam sebuah ceramahnya mengatakan, bahwa cara satu-satunya yang paling ampuh untuk menghidari serangan nuklir ke Amerika adalah dengan melakukan penghancuran atas tempat-tempat ziarah kaum muslimin di Mekkah dan Madinah.

Dia menyebutkan hal itu juga dalam sebuah situs Amerika. Namun pada saat yang sama Tom Kiysi, salah seorang jubir kementrian Luar Negri Amerika menyebutkan, bahwa statmen yang disampaikannya itu adalah statmen gila dan dia harus mempertanggungjawabkannya.

Anehnya statmen provakatif ini disampaikan oleh kandidat presiden AS beberapa hari setelah beberapa ulama wahhabi membolehkan adanya penghancuran situs-situs bersejarah yang berhubungan dengan kuburan para Imam Ahlul Bayt, khususnya Imam Husain as di Karbala.
.

151164
captcha