Hojjatul Islam Wal Muslimin Ahmad Ihsani, ketua badan penegakan Shalat, kota Qom dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa mesjid pada era awal penyebaran Islam merupakan sebuah pos penting di bidang politik, keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Nabi kita Muhammad saw menyiapkan pasukan untuk berperang pun dari mesjid beliau.
Beliau melanjutkan, bahwa Nabi Muhammad saw saat itu menyelesaikan banyak problema yang dihadapi oleh masyarakat dari dalam mesjid. kalau kita akan menjadikan Nabi sebagai teladan kita sebagaimana yang diharapkan oleh Al Quran, maka kitapun harus mempersiapkan mesjid itu mampu melakukan hal itu, tambahnya.
Menjawab pertanyaan Iqna apakah mesjid-mesjid yang ada di Iran saat ini sudah melaksanakan hal itu? beliau menjawab ya selain kegiatan ibadah seperti shalat dan membaca Al quran saat ini mesjid-mesjid di Iran melaksanakan kegiatan-kegiatan kebudayaan dan sosial, walaupun masih kurang dari yang semestinya.
Berkenaan dengan kehadiran dan keikutsertaan para pemuda di mesjid-mesjid, menurutnya sangatlah berbeda antara satu mesjid dengan yang lain. intinya kalau kita menyiapkan kegiatan yang cocok dengan mereka, maka pasti mereka akan memenuhi ruangan mesjid.
Diantara fasilitas yang selayaknya ada pada setiap mesjid itu adalah, perpustakaan baik cetak atau elektronik, keberadaan Imam Jamaah yang cukup dalam wawasan keilmuannya serta pengurus masalah-masalah kebudayaan yang bisa diandalkan, tegasnya.
Ihsani memberikan definisi keluarga Qurani sebagai keluarga yang mampu membaca Al Quran dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan kesehariannya. dan hanya dari mesjidlah keluarga semacam ini dapat kita didik dan kita bina. tambahnya
158211