Hisyam Ali Farid Qasim, produser film dari Palestina dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa sudah merupakan sebuah fakta, dimana film-film layar lebar Iran karena berpegangteguh pada nilai-nilai AL Quran berhasil mendapatkan tempat di mata dunia.
Qasil menegaskan, bahwa nilai-nilai keislaman yang ada pada muatan film-film produksi mereka adalah bukti eratnya hubungan mereka dengan pusat-pusat kegamaan.
Menurutnya negara-negara Islam lainnya sebenarnya mampu untuk melakukan hal yang sama, walaupun dengan keterbatasan pusat-pusat keagamaan di negara-negara mereka, namun mereka bisa melakukan hubungan dengan pusat-pusat keagamaan di Iran.
Menjawab pertanyaan akan adanyan kesalahpahaman paradigma untuk adanya hubungan dan kerjasaman antara para pengelola film dengan pusat-pusat keagamaan, ia menjelaskan, bahwa di sebagian negara memang begitu dan bahkan bisa dikatakan mustahil mereka bisa bekerjasama, sebab film dan bioskop itu bagi mereka adalah tempat untuk menyebarkan kesesatan dan maksiat sehingga tidak mungkin bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang yang baik dan media untuk menyampaikan ilmu pengetahuan.
Tetapi menurutnya harus tetap ada upaya-upaya serius dan kerja keras agar kerjasama itu bisa terjalin sehingga keduanya dapat saling memanfaatkan kelebihan masing guna dapat melaksanakan misi dan tugasnya dengan lebih baik dari efektif.
162209