IQNA

Menyelenggarakan Upacara Keagamaan dengan Benar adalah Takwa itu Sendiri

13:28 - January 18, 2008
Berita ID: 1621527
Imam Jumat Kota Nashiriyah, Irak: Menyelenggarakan upaccara keagamaan dengan cara yang benar dalam rangka untuk menyebarkan syiar dan ajaran Islam serta membumikannya adalah ketakwaan itu sendiri sebagaimana firman Allah: "Siapa yang mengagungkan syiar Allah maka ia adalah ketakwaan hati"
Ayatullah Muhammad Baqir Nasiri, Imam Jumat kota Nashiriyah, Irak dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa dalam hadis Nabi yang masyhur yaitu "Hadits Tsaqalayn" menunjukkan adanya hubungan yang erat serta tak terpisahkan antara Al Quran dengan Ahlul Bayt as.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Imam Husain di padang Karbala pada hari kesepuluh bulan Muharram tahun 61 H merupakan bukti nyata atas keterjalinan dan hubungan antara kedua pusaka Nabiitu.

Beliau juga menyampaikan beberapa ayat Al Quran yang menguatkan akan visi dan misi Imam Husain yang memulai revolusinya dari Madinah menuju Irak, yang sangat sesuai dengan visi dan misi Al Quran.

Diantara visi yang ditegaskan oleh Imam Husain adalah menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar dalam rangka perbaikan umat yang sudah berada dalam kondisi yang tidak sehat, tegasnya.

Begitu juga penolakan Imam Husain as untuk melakukan bay'at dengan Yazid adalah diambil dari Al Quran dan hal itu merupakan ajaran Al Quran, tambahnya.

Ayatullah Nashiriy juga menegaskan, bahwa sudah menjadi kesepakatan pandangan di kalangan ulama, peneliti sejarah dan Al Quran, bahwa sepanjang sejarah revolusi Imam Husain memiliki peran yang sangat penting dalam rangka menguatkan ajaran Al Quran dan penerapan hukum-hukum Al Quran di tengah masyarakat serta untuk mempersatukan kaum muslimin dari perselisihan dan perceraiberaian.

Pimpinan Redaksi Majalah Attadhamun Al Islami juga mengharap kepada para kaum muslimin pencinta Al Husain untuk melakukan acara peringatan Asyura dan majlis-majlis Muharram dengan cara yang baik dan benar sehingga tidak menjadi bahan yang digunakan oleh para musuh untuk mencoreng nama baik MIMBAR HUSAIN serta tidak meninggalkan tradisi yang menyesatkan generasi akan datang.

Beliau mengharap kepada para penyelenggara majlis-majlis duka Muharram dan Asyura untuk tidak memfokuskan pada masalah pembacaan narasi duka dan musibah Imam Husain, khususnya kepada masalah parsial, sehingga melupakan masalah yang lebih penting dan merupakan kontent asli Asyura.

Isi dan pesan oenting Asyura menurutnya adalah memperjuangkan niali-nilai keadilan, kebenaran dan perlawanan atas seluruh tindakan kedhaliman. karenanya beliau pun melarang pelaksanaan upacara pemukulan diri dengan pisau, pedang dan benda tajam lainnya sehingga akan melukai tubuh dan membahayakan diri.

213353
captcha