Ibtisam Al Kani, Cendekiawati dari Iraq dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa sangat disayangkan masih banyaknya orang-orang yang berwawasan sempit dan kurang berfikir mempercayai isu dan slogan Barat yang sampai sekarang belum terealisasi.
Salah seorang penceramah dalam Semintar International Ilmiah dan Penilitian yang berjudul Perdamaian, Perempuan dan Agama Ilahiyah dalam makalahnya yang berjudul Langkah –Langkah Alquran Dalam Merealisasikan Perdamaian, berkata, bahwa semua oran sudah tahu bahwa perdamaian universal dapat dicapai dengan mempelajari Al Quran dan sejarah para nabi.
Al-Kani dengan memperhatikan tema perdamaian dalam AlQuran dari sisi Ekonomi, sosial dan budaya,mengatakan: terdapat sekitar 140 ayat dalam Alquran menjelaskan tentang toleransi dan perdamaian .
Ibu Alkani juga menegaskan, bahwa Nabi Muhammad saw dan para Imam Ahlul Baytnya, khususnya Imam Ali telah menerapkan perdamaian dalam kehidupan pribadi dan sosialnya di tengah kaum muslimin.
Islam menanamkan benih perdamain dan buahnya adalah kasih sayang antara sesama muslim, bahkan kasih sayang sesama manusia, termasuk umat-umat pemeluk agama samawi lainnya, seperti Kristen, Yahudi dan Zoroaster, tambahnya.
Menurutnya, para nabilah yang terlebih dahulu yang menanamkan benih perdamain dan menekankan hidup harmonis diantara manusia, karena perdamaian salah satu jalan yang bisa mendekatkan manusia kepada Tuhan dan sesamanya.
Kata As Silm dalam bahasa Arab Berarti Mengakhiri perang. Dan kata itu memiliki akar kata yang sama dengan kata Islam, jadi Islam dan orang Arab sudah sejak awal mengenal kata perdamaian dan menganggapnya hal yang tak terpisahkan dari agama Islam, bukan kata baru dari Barat yang muncul akhir-akhir ini.
225242