IQNA

Zaman akan Menjadi Penjelas Sisi Baru Pemikiran Imam Khomeini

15:39 - June 06, 2008
Berita ID: 1657915
Imam Jumat Argentina: Berlalu zaman akan semakin banyak sisi baru dari pemikiran Imam Khomeini yang akan terungkap bagi para peneliti dan intelektual dan pemimpin kebebasan dunia.
Abdul Karim Paz, seorang pakar Islam dari Argentina dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa hal itu disebabkan karena keluasan pemikiran Imam Khomeini yang melampaui zamannya.

Imam shalat Jamaah dan Jumat mesjid At Tauhid ini juga menegaskan, bahwa walaupun demikian memang dibutuhkan waktu yang relatif lama sehingga seluruh masyarakat dunia benar-benar memahami nilai-nilai revolusi yang beliau perjuangkan.

Secara jujur kita akan dapati pula, bahwa hingga saat ini banyak pemikiran tinggi revolusi yang sulit dipahami secara rasional yang semuanya merupakan pemikiran pribadi Agung Imam, tambahnya.

Menurutnya kalau kita kembali pada masa-masa awal kemenangan revolusi yang dipimpin oleh Imam Khomeini, di saat itu semua perhatian dunia tertuju kepada Iran yang telah berhasil menjatuhkan sebuah rezim diktator berkat persatuan dan kesatuannya rakyatnya.

Namun hingga saat inipun Iran tetap menjadi pusat perhatian para revolusioner dan penuntut kebebasan. hal itu karena semangat menuntut kebebasan dan ideologi yang ditanamkan oleh Imam Khomeini dirasakan sangat ampuh untuk memperjuangkan hak-hak tertindas Palestina dan Lebanon, Tegasnya.

Karenanya peran dan efek pemikiran Imam dan revolusinya sangatlah juga kita saksikan pada perjuangan kaum muslimin Argentina dan Amerika Latin, tambahnya.

Beliau menuturkan, bahwa di Argentina sebeluam revolusi Islam Iran Islam tidaklah dikenal dan diangkat sebagai isu nasional. namun setelah revolusi banyak para pemuda khususnya yang ingin mempelajari Islam dan berkenalan dengan revolusi Imam Khomeini, ra.

Diantara pengaruh yang hingga saat ini bisa disaksikan di Argentina adalah keinginan kuat muslimin untuk menunjukkan identitas mereka dan segala bidang kehidupan, pendidikan, budaya, sosial, ekonomi dan politik.

Beliau juga menyayangkan adanya perselisihan kaum muslimin di banyak tempat dan menganggapnya sebagai ulah dari para musuh Islam yang tidak menginginkan Islam bersatu dalam sebuah kekuatan.


258067
captcha