Iqna: Surat Kabar As Safir yang terbit di Lebanon, menyebutkan, bahwa Sayyid Hasan Nasrullah, Sekjend Hizbollah menyampaikan hal itu pada acara Majlis Duka Muharram yang dimulai sejak malam tadi di Lebanon Selatan.
Di dalam ceramahnya itu Beliau menanbahkan, bahwa peran masyarakat Lebanon guna menekan pemerintah agar menekan Zionisme Israel menghentikan agresi dan tindakan kriminal yang dilakukannya ke atas para pejuang dan rakyat sipil Palestina adalah sebuah keniscayaan sekalipun harus berhadapan dengan senjata dan peluru, karena negara-negara Arab tidak mampu untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza.
Sayyid Hasan Nasrullah di hadapan para hadirin yang secara khusyu' mendengarkan taushiyah beliau juga menyebutkan tentang peran negatif yang dilakukan oleh media Arab yang menuduhkan Muqawamah (perjuangan Hizbollah) sebagai penyebab hal ini, sama halnya dengan perang 33 hari yang lalu.
Nasrullah lebih lanjut menegaskan, bahwa sangat di sayangkan, saat ini kita dihadapkan pada krisis yang menyakitkan hati, dimana 300 orang nyawanya melayang sementara sebagian rezim Arab merancang untuk menandatangani pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel.
Sungguh tragedi Asyura kembali terulang di hadapan kita, tegasnya.
Fenomena yang kita saksikan saat ini membantu kita untuk lebih memahami hakikat tragedi Karbala, dimana sekelompok kaum mukminin yang memperjuangkan kemuliaan dan haknya tidak siap untuk berada di bawah ketertindasan dan perampasan hak mereka, namun mereka berjuang untuk merebut hal itu, tambahnya.
Nasrullah juga menambahkan, bahwa mereka dihadapkan pada dua pilihan, harus hidup dalam kehinaan ataukah melawan dan berjuang walaupun harus mengorbankan jiwa mereka menjadi syahid, maka mereka pilih yang ke dua. Sungguh ini adalah persis seperti yang terjadi di Karbala.
Perang yang terjadi di Lebanon pun juga demikian, dimana kalian dihadapkan pada dua jalan yang sama seperti itu, namun kalian memilih jalan ke dua, tegasnya.
Nasrullah juga mengkritik sikap diam yang dipilih oleh para rezim Aran dengan menganggapnya mereka juga ikut terlibat dan bertanggungjawab atas kejahatan Zionisme Israel, khususnya para rezim yang sedang merancang hubungan budaya, ekonomi, politik dan keamanan dengan Israel.
Bahkan menurutnya perang Juli 2006 itu terjadi dengan kesepakatan sebagian negara Arab dan lebih dari itu sebagian mereka memang terus terang menyebutkan ingin selamat dari tangan-tangan Hizbollah.
Sekjend Hzbollah juga menyebutkan, bahwa kondisi yang terjadi saat perang Juli 2006 juga terjadi pada saat ini dan bahkan ada sumber berita yang mengatakan, bahwa dukungan sebagian negara-negara Arab atas serangan ke Gaza adalah lebih besar dari dukungan mereka pada perang Juli 2006.
Sayyid Hasan pada akhir khotbahnya menuntut pemerintah Mesir untuk membuka jalur Rafah untuk orang-orang yang masih hidup dan selamat, bukan hanya mereka yang sudah menjadi korban perang semata.
Kalian akan dianggap berserikat dengan zionisme Israel dalam peperangan ini jika kalian tidak melakukan hal itu, tegas beliau.
340040