Kantor Berita Qurani Iran (Iqna), mengutip dari situs BBC Al-Arabiyah, menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Mesir Ahmad Abu Al-Ghaizh telah menjelaskan bahwa ketidakhadiran para pejabat Mesir di KTT Doha adalah karena akan segera diselenggarakannya KTT ekonomi Arab pada tanggal 18 Januari di Kuwait, yang juga merupakan peluang yang bagus untuk mendiskusikan masa depan Gaza. Ia juga menambahkan bahwa Mesir telah menyatakan ketidakhadirannya ini kepada Liga Arab.
Ia menegaskan bahwa dengan ketidakhadiran Mesir pada pertemuan sebelumnya, maka tidak lagi diperlukan untuk segera diadakannya pertemuan bagi para petinggi Arab untuk membahas situasi Gaza pada hari ini, Jumat tanggal 16 Januari di Doha, ibukota Qatar. Sementara itu Arab Saudi melalui Raja Abdullah bin Abdul Aziz, hingga kini juga belum menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Di lain pihak, beberapa negara seperti Mauritania, Maroko, Aljazair, Libya, Sudan, Lebanon, Suriah, Emirat Arab, Yaman, Somalia, Oman dan Palestina menunjukkan kesiapannya untuk menghadiri pertemuan para petinggi negara-negara Arab mendatang.
Pertemuan tersebut akan membahas persoalan masih berlanjutnya serangan Israel di Gaza dan pelanggaran resolusi PBB nomor 1860 serta mengakhiri dengan segera semua kejahatan Israel di Gaza.
348409