IQNA

Penafsiran Kosakata Tidak lah Cukup

7:34 - January 20, 2010
Berita ID: 1875318
Ali Redha A’rafiy: Dalam tafsir tematik kita tidak boleh terperangkap dalam permasalahan kosa kata semata, namun harus lebih mendalam pada substansi masalah
Kantor berita Al Quran (IQNA) cabang Qom: Hojjatol Islam Wal Muslimin A’rafiy menyampaikan hal itu dalam sesi ketiga Semiloka Al Quran dan Tafsir, kemarin malam, 17 Januari 2010.

Dalam kesempatan itu guru besar di bidang hukum Islam itu juga mengatakan, bahwa pemilihan tema-tema pembahasan Al Quran bisa diperluas tidak hanya di bidang pendidikan, namun bisa juga mencakup ilmu-ilmu humaniora, alam dan biologi.

Menurutnya, di saat kita mencari di dalam Al-Quran berbagai isu dan tema dari bidang-bidang ilmu yang telah disebutkan sebelumnya, maka kita akan mendapatkan pembahasan itu secara global atau terperinci dan kita bisa menyimpulkan darinya berbagai barometer, seperti perubahan, kategori dan sistem ilmiah.

Rektor Jamiah Al Musthafa ini lebih jauh menegaskan, bahwa klasifikasi dan sistematisasi dalam ilmu yurisprudensi akan jelas perkembangannya dengan perkembangan eksternal terjadi, sebagai contoh dengan kemajuan tekhnologi adanya kendaraan ke ruang angkasa, maka bab ibadah di ruang angkasa pun akan menjadi bab baru dalam ilmu yurisprudensi. Begitu juga berbagai hal yang berhubungan dengan medis dan kedokteran.

Berkenaan dengan konsep dasar dalam tafsir tematik, beliau menegaskan, bahwa tafsir tematik haruslah berdiri di atas tafsir seluruh Al Quran, dengan makna haruslah ditelaah semua penggunaan kata tersebut dalam seluruh ayat Al Quran, begitu juga dalam teks-teks lain selain Al Quran serta beberapa hal yang berhubungan dengan kata itu, baik persamaan kata, lawan kata dan sejenisnya.

Dalam hal ini A’rafiy mencontohkan, di saat kita akan membahas pandangan Al Quran tentang suka dan duka, maka kita harus terlebih dahulu meninjau seluruh kata tersebut dalam Quran, kemudian kita cari pula kata-kata sinonim dan yang berlawanan dengan suka cita dan kesedihan. Apakah itu cukup? Tentu tidak, namun kita harus mencari ayat-ayat lain yang berhubungan dengan masalah tersebut, walaupun tidak ada padanya kata suka atau duka.

Surah Adh Dhuha, misalnya tidak ada padanya kata suka, duka dan sejenisnya, namun di dalam surah ini dijelaskan tentang duka nabi di saat beberapa waktu wahyu Al Quran berhenti turun kepada Nabi dan kemudian Allah SWT menghibur nabi dengan turunnya ayat-ayat tersebut, tambahnya.

Di bagian lain dari penyampaian makalahnya pakar pendidikan ini juga menyebutkan tentang konsep pendidikan dalam Islam yang selalu mengarah pada adanya sebuah perubahan baik secara personal atau komunal sehingga tidak bisa dipisahkan dengan beberapa ilmu lainnya.

Pembahasan tentang ilmu-ilmu humaniora dan agama yang mengarah pada Islamisasi pengetahuan menjadi konsentrasi kami yang di dalamnya kita membahas hubungan antara pendidikan agama dengan ilmu-ilmu humaniora. Dan tidak ada jalan lain untuk membahas secara sempurna hal itu kecuali dengan mendalami ke dua ilmu itu dan tentu hal itu akan menjadi kontribusi besar pada dua ilmu tersebut, tambahnya.

Profesor A’rafiy juga menjelaskan akan penting nya jenis lain dalam tafsir pendidikan yang beliau namakan tafsir pendidikan analisis, dimana kita menelaah di alam Al-Quran berbagai hal yang berhubungan dengan metode Al Quran dalam memberikan bimbingan dan pengarahan pada manusia dan darinya kita lakukan berbagai analisa yang dapat kita ambil hasil dan kesimpulannya dalam konsep pendidikan kita saat ini, tegasnya.

Sebagai contoh analisa tentang perbedaan ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dalam hal pendidikan, maka kita akan dapatkan berbagai konsep pendidikan yang berjenjang ataukah sekaligus dalam situasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan yang berbeda pula.

525362

captcha