IQNA

Dunia Barat Memaksakan Pandangannya dalam Ilmu-Ilmu Humaniora kepada Masyarakat Dunia

22:00 - August 01, 2010
Berita ID: 1965347
Ayatullah Amoli Larijany: Hendaknya para pakar ilmu-ilmu humaniora yang berbasiskan Islam memiliki perhatian yang sungguh-sungguh, apalagi di saat banyak dari para pemikir barat yang memaksakan pemikiran mereka dengan asumsi pemikiran yang melandasinya yang hanya mereka sendiri yang meyakininya.
IQNA mengutip dari dapartemen hubungan kemasyarakatan (HUMAS) Lembaga Yudikatif Republik Islam Iran, bahwa Ayatullah Amoli Larijani ketua Lembaga Yudikatif Republik Islam Iran mengatakan hal itu dalam pertemuan rutin yang dilakukan beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut beliau menegaskan dengan mengatakan: bahwa tidak benar tuduhan sebagian orang kepada kami. kami tidaklah menentang ilmu-ilmu Humaniora dan kami tidak juga sedang melakukan penyerangan sistemik dan kelembagaan terhadap ilmu-ilmu humaniora.

Hanya saja, tambahnya, yang kami paparkan kebetulan adalah sebuah pembahasan yang sangat jeli dan tepat dan dikalangan para filosof yang memiliki pandangan yang teliti bahwa ilmu-ilmu humaniora itu selalu didasari oleh asumsi pemikiran yang sebagiannya berbasis metafisika dan sebagiannya normatif.

Menurutnya, pertanyaan yang mendasar adalah, ilmu-ilmu humaniora yang diteliti dan dibahas di barat dan disebarkan ke berbagai penjuru dunia itu berlandaskan pada asumsi pemikiran apa? dan apakah benar seperti yang disebutkan oleh mereka, bahwa sebuah Negara islam seperti Iran memiliki yang memiliki sumber keuangan dari minyak dan pajak digunakan untuk mempromosikan ilmu-ilmu humaniora yang disebarkan ke seluruh negara di dunia dan hal itu bertentangan dengan ideologi ateis atau ideologi-ideologi lainnya selain Islam?

Larijani menegaskan, bahwa pertanyaan yang pertama bukan pertanyaan politik, namun pertanyaan filosofis, sedangkan pertanyaan kedua adalah pertanyaan praktis dan strategis.

Kami tanpa ragu-ragu mengumumkan bahwa barat secara sadar atau tidak, telah mengekspor ilmu-ilmu humaniora dengan basis pemikiran sendiri yang khas dan meniscayakan liberalisme yang kita memiliki berbagai kritik atas basis pemikirannya dan bahkan menolaknya karena bukan membela dan memperjuangkan jati diri manusia, melainkan pemikiran dan keinginan nya sendiri atas nama insanologi dan filsafat eksestensi, tegasnya.

Tentu berbagai hal yang kami sampaikan memerlukan ketelitian dan analisa. Terlihat di beberapa media barat, diradio-radio, dan situs beberapa respon atas dan kritik keras yang sangat disayangkan tidak berdasarkan hal-hal yang ilmiah, tambahnya.

Mungkin juga karena apa yang kami sampaikan jauh melampaui pemahaman media mereka dan kedua mereka takut akan hidupnya pembahasan yang penting ini di dunia islam dengan berbasis pada insanologi dan filsafat eksistensi dan pada akhirnya ilmu-ilmu humaniora barat akan berhadapaan dengan pertanyaan dan kritikan serius. lebih jauh beliau menganalisa masalah tersebut.

Ayatullah Amoli larijani juga menyebutkan: kami mendengar dari beberapa guru filsafat barat dan dari beberapa penulis radio barat atas keprihatinannya terhadap pernyataan kami.

Mereka mengatakan, bahwa apa yang kami sampaikan berasal dari filsafat islam yang sekarang sudah runtuh dan ditinggalkan orang.

Menanggapi hal itu kami hanya bisa berkata: “kamu dimapuni karena kebodohanmu” kebetulan dengan mengikuti logika akal yang benar dan mencari kebenaran, kami dan yang semisal kami telah menghabiskan umur-umur kami untuk memperdalam ilmu-ilmu humaniora barat.

Akan tetapi coba kita tanyakan secara jujur, apakah mereka juga melakukan hal yang sama seperti kita dalam menelaah ilmu-ilmu Islam?

Coba kita telaah apa yang ditulis oleh para filosuf besar muslim seperti Mulla Shadra, para ulama Ushul Fikih besar seperti Muhaqqiq Isfahani apakah pandangan-pandangan mereka bisa dibandingkan dengan pandangan Russel, Sorter, Heidegger dan lainnya ?

Pada awal uraiannya Larijani mengucapkan selamat memperingati hari lahir Imam Mahdi dan menyebutkan bahwa penunggu sejati kehadiran Imam Mahdi akan selalu bertawassul dan mempersiapkan secara sempurna berbagai hal untuk kesiapan kehadirannya.

Pada sidang ini juga dibahas dan diteliti bagaimana cara penggunaan cyberspace teknologi baru dalam system pengadilan.

621321

captcha