IQNA

Ulama Kuwait Mengutuk dengan Keras Pembakaran Al Qur’an

3:32 - August 03, 2010
Berita ID: 1965680
Gereja di Amerika Serikat setelah penerapan hari dunia membakar Al Qur’an, beberapa cendikiawan muslim dan pemikir Kuwait mengeluarkan pernyataan, mengutuk penghinaan dan menampakkan kebencian yang mendalam serta permusuhan dengan gereja yang ekstrem tersebut.
IQNA menukil dari surat kabar Kuwait (Al Anbiya’), menyebutkan hal itu dan menambahkan, bahwa para Ulama, ilmuwan muslim, tokoh dan umat islam dunia mendesak agar semua pihak mengambil tindakan tegas dalam menghadapi bahaya penghinaan ini.

Dalam pernyataan ini disebutkan, bahwa apa yang dilakukan oleh gereja ini menambah daftar tindakan penghinaan di barat dalam menghina nabi suci Saw dan menciptakan masalah untuk perempuan-perempuan muslim dalam masalah hijab/ cadar.

Para ulama Kuwait dalam pernyataannya memperingatkan, bahwa pembakaran Al Qur’an adalah krisis besar yang terjadi didunia islam dan menyerupai krisis yang terjadi pada karikatur pelecehan terhadap Nabi mulia saw.

Ihyait Turost Kuwait dalam hal ini mengatakan: dari sisi lain Muhammad An Najdy ketua komite ilmiah asosiasi yang berhubungan dengan lembaga islam, beberapa penghinaan untuk membakar Al Qur’an tidak akan mengotori kitab suci ini, karena Allah SWT sendiri telah berkomitmen untuk menjaga Al qur’an Al karim, dan Al Qur’an berisi prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang tinggi dan saling menghargai dan kebaikan, yang akan menjawab beberapa tuduhan dan hal –hal yang dibuat-buat oleh musuh.

Amerika diingatkan akan sebuah gereja disebut untuk sebuah penamaan 11 september dengan nama hari dunia pembakaran Al Qur’an, Seorang pendeta “Terry Jones” pimpinan gereja “Globak pelacakan center Yamamah” salah satu lawan agam islam di Amerika dan seorang penulis buku “Islam adalah dari setan” yang menggerkkan pengikutnya untuk menghadapi para pemikir islam dan membakar Al Qur’an dan untuk merealisasikan tujuan ini dengan menempatkannya pada facebook dengan slogan “hari pembakaran Al Qur’an”.

Sementara itu, dari sisi lain dewan hubungan Islam Amerika menginginkan dari kaum muslimin negri ini pada bulan Romadhon akan datang untuk memerangi kejadian seperti ini, mereka akan membagikan Al Qur’an diantara teman-teman, para tetangga, wartawan, pejabat, dan warga Negara Amerika yang memiliki kemungkinan untuk mencapai itu.

623708
captcha