Reporter Kehormatan Quran News Agency (IQNA) di Jahrom menyampaikan hal itu di saat membahas firman Allah SWT di dalam surah Al Kahfi ayat 103-106 , dimana Allah SWT berfirman: ‘tahukah kalian orang yang paling merugi hidup di dunia ini? adalah mereka yang sesat jalan dan mereka mengira bahwa diri mereka telah berbuat kebaikan. Yaitu mereka yang mengingkari ayat-ayat kami maka gugurlah seluruh amal baik namun bagi mereka api neraka jahannam, karena mereka telah mengolok-olokkan para utusan dan ayat-ayat kami.
Imam Jumat Jahrom kemudian menegaskan, bahwa seperti yang telah dibahas pada hari-hari terakhir bulan Ramadan, bahwa pada ayat-ayat Al Quran di atas, kita menyaksikan, bahwa Allah menjelaskan akan adanya beberapa dosa yang menghantarkan pelakunya kepada api neraka jahannam dan gugur seluruh perbuatan baik mereka.
Jadi, lanjut beliau, tidak bisa diantara kita beranggapan, bahwa dirinya telah mengantongi banyak pahala, karena dengan perbuatan tertentu, bukan pahala yang didapatkan, malah akan mendapatkan sanksi neraka dan seluruh amal baiknya akan hangus.
Ayatullahiy mengajak setiap kita merenungi ayat ini, betapa pentingnya masalah ini, apalagi di saat Allah menyebutkan, bahwa kelak di hari kiamat tidak memperhitungkan amal baik nya sama sekali, padahal di ayat lain Allah menegaskan, bahwa setiap orang yang berbuat baik akan mendapatkan balasan baiknya dan begitu pula sebaliknya.
Dosa dan kesalahan apakah yang menyebabkan hal itu? Jawabannya di dalam ayat itu kita temukan, yaitu dosa mengolok-olok Nabi dan ayat-ayat Tuhan.
Di dalam Al Quran terdapat sekitar 40 ayat yang menjelaskan akibat buruk dari mengolok-olok para Nabi, Nabi Muhammad saw serta Ahlulbaitnya. Bahkan dianggap sebagai sebuah perbuatan yang meniscayakan kemurtadan dan kekafiran yang menghantarkan pelakunya kepada api neraka.
Karenanya kita harus sadar, bahwa Tuhan, Nabi dan Ahlulbaitnya adalah zona terlarang untuk kita jadikan sebagai bahan humor, ejekan dan pelecehan, tambahnya.
Selanjutnya beliau juga menyatakan, bahwa jika seseorang mengejek orang lain sehingga menyakiti hatinya, kemudian setelah itu minta maaf, bisa saja ia memaafkan, namun di dalam Al Quran menyebutkan, bahwa mengejek dan melecehkan Allah, Nabi dan ahlul bait adalah kekafiran yang menggugurkan amal baik kita dan menghantarkan kita ke dalam api neraka.
Di dalam Al Quran juga diceritakan, tentang beberapa kaum dan individu yang diturunkanoleh Allah kepadanya sanksi langsung padahal bisa saja orang berbuat kejahatan kepada sesama, namun Allah menunda sanksinya, sebagaimana disebutkan di dalam surah Al Hijr ayat 94 dan 95.
Di dalam sejarah Nabi juga kita saksikan bahwa Nabi sangat pemaaf kepada orang yang berbuat salah kepadanya, namun ada beberapa orang yang Nabi perintahkan untuk dibunuh sekalipun tertangkap di dalam Mesjidil Haram dan menempel di tembok Ka’bah, yaitu beberapa individu yang melakukan pelecehan pada Tuhan dan ayat-ayat-Nya.
Karena itu kita harus selalu menjaga dan waspada atas segala yang kita ucapkan dengan lidah kita dan hendaknya kita memperbanyak membaca shalawat karena hal itu akan menghilangkan kemunafikan dari dalam hati kita sebagaimana disebut di dalam hadis.
649059