Laporan IQNA mengutip dari situs (leparisien): menyusul adanya keluhan dari kelompok-kelompok rasisme Islam dan lembaga-lembaga Islam atas laporan Bruno Golnisch, anggota Parlemen Eropa dan wakil partai sayap kanan Ekstremis Front Nasional Prancis, maka Parlemen Eropa kemaren membatalkan kekebalan parlemennya, dan dengan aturan ini maka pengadilan dapat menurunkan representatif untuk persidangan pada wakil yang telah melecehkan ini.
Bruno Golnisch dalam penjelasannya pada tahun 2008 pada webseta yang telah diterbitkan Front Nasional, bahwa Islam dan umat Islam telah menjadi penjajah penduduk Prancis dan kebudayaan serta peradaban negara ini. Dan menuntut keluarnya kaum Muslimin dari negara ini.
Internasional Union telah mengajukan pengaduan kepengadilan untuk memerangi rasisme pada tahun 2009 terhadap wakil ini, tetapi Golnisch tidak menjawab tuduhannya dengan menggunakan kekebalan parelemennya.
Pemimpin partai front nasioanal Prancis menentang kehadiran kaum Muslimin di negara ini, dan ini merupakan keputusan parlemen Eropa “Fiasco” dan menegaskan: dalam menghadapi tindakan ini saya didalam parlemen telah memberikan suara absen, karena menurut keyakinan saya, satu-satunya ciri wakil adalah memberikan kebebasan dalam berekspresi, saya tidak ragu bahwa setelahnya saya adalah orang yang akan membatalkan kekebalan list parlemen.
789872