IQNA mengutip dari kantor berita resmi AFP, bahwa Polisi Prancis kemaren dengan turut dalam unjuk rasa anti Islam sebagai peserta dalam pengunjuk rasa kelompok radikal, berhasil memecah belah para pengunjuk rasa dan menangkapnya.
Padahal saat itu ratusan para pengunjuk rasa yang berdemonstarasi dari kelompok radikal Prancis dengan mengumandangkan slogan-slogan anti Islam di jalan-jalan kota Lion, kelompok dari penentang rasisme juga menghadapi mereka dengan berkumpul dikota ini dan mengumandangkan slogan-slogan yang menentang rasisme.
Para penentang rasisme yang berjumlah mencapai 800 orang juga berdatangan kedepan gubenur Lion, dan mereka juga berbaris di depan kelompok yang berjumlah 500 orang anti islam. Tetapi polisi Prancis membubarkan perkumpulan ini dan para pengunjuk rasa.
Para penentang Islam berdatangan kejalan-jalan dengan menereakkan slogan-slogan kebebasan berekspresi, mereka juga menuntut diberhentikannya industri produk halal dan Islam, demikian juga kelompok penentang dengan mengumandangkan slogan-slogan “mengakhiri rasisme” mengumumkan untuk memprotes kehadiran mereka di jalan-jalan kota Liyon.
791905