IQNA

Turki Memprihatinkan Meningkatnya Tindakan Anti Islam di Eropa

13:58 - May 28, 2011
Berita ID: 2129548
Kementrian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan rasisme ke masjid Baniya Basyi di kota Sofia ibu kota Bulgaria, dia memprihatinkan atas meningkatnya tindakan anti Islam di Eropa.
Laporan IQNA mengutip dari situs “armenews”: Pernyataan kementerian luar negeri Turki yang mengharapkan bahwa para pelaku serangan kepada orang-orang yang sedang melakukan sholat berjamaah di Masjid Bania Basyi agar sesegera mungkin ditangkap dan di hukum.

dibagian lain pernyataannya menyebutkan: meremehkan secara umum terhadap rasisme, extreme nasionalisme, islamfobia di Eropa adalah menyediakan lahan untuk menyerang kelompok-kelompok ekstremis ke masjid-masjid.

Pendukung Pulan Sidrup pemimpin partai ekstreme nasionalisme Bulgaria dengan nama Ataka telah menyerang pelaksanaan sholat Jum’at minggu ini di masjid Sofia, dan membakar karpet-karpet serta menargetkan dengan batu para pelaksana sholat. Serangan ini menyebabkan terlukanya puluhan kaum muslimin, juga pengikut partai Ataka berkumpul di pusat ibu kota Bulgaria dan meneriakkan yel-yel menyerang umat Islam Bulgaria.

Rencananya Sidrup akan dicalonkan dirinya sebagai presiden Bulgaria dalam pemilihan umum 11 Oktober.

Para pendukungnya menuntut untuk melanjutkan protes anti islam, disebutkan sekitar satu juta umat Islam yang hidup di Bulgaria, tentang batasan dan potensi marginalisasi hak-hak dasar warga negara dalam pemilihan presiden partai Ataka yang akan diberlakukan pada kaum muslimin, sangat mengkhawatirkan.

Boyoko Burisip perdana menteri Bulgaria, juga menekankan pernyataan penyesalannya tentang tragedy masjid Sofia yang harus mempertahankan persatuan etnis negara ini, meskipun umat Islam percaya bahwa tidak akan mampu mempertahankan slogan-slogan persatuan ini.

797398
captcha