IQNA mengutip laporan dari website «min», Syekh Ahmad Altyb melakukan sebuah wawancara dengan televisi negara Mesir dan mengatakan, anggota lembaga ‘Keluarga Mesir’ yang terdiri dari pemimpin Muslim dan Kristen, yang harus mempercepat jalur dialog, toleransi dan belajar untuk menyelamatkan dari krisis hingga berakhir damai.
Pertemuan ‘Keluarga Mesir’ dan memverifikasi penyebab bencana dan konflik, dianggap satu-satunya cara untuk mengembalikan ketenangan ke Kairo dan kota-kota Mesir lainnya, jelasnya.
Mesir Perdana Menteri, Issam Sharaf dalam menanggapi bentrokan dan insiden kemarin, negara menegaskan bahwa persatuan nasional adalah rahmat, adapun menciptakan perpecahan antara Kristen dan Muslim, tentara dan bangsa, merupakan ancaman berbahaya pada keamanan nasional.
Menurut laporan, Minggu Kemarin (9/10), gereja berusaha memadamkan api di dalam gereja dari para pemprotes di Kairo akibat terjadinya bentrokan dengan polisi, hingga menyebabkan 24 orang tewas dan melukai sejumlah lainnya.
877086