Laporan dari Kantor Berita Quran Iran (IQNA) dikutip dari surat kabar (Ar – ra’y) terbitan Kuwait melaporkan pusat keislaman Wathakker dalam hal ini menyatakan bahwa Al – Quran bukanlah kitab suci penduduk Afghanistan semata, melainkan kitab suci seluruh muslimin di muka bumi.
Pernyataan tersebut menyampaikan bahwa seperti apapun penjajah menghina Al – Quran, kitab suci tersebut selamanya akan tetap abadi karena Tuhan yang akan menjaganya.
Dalam pernyataan tersebut dikatakan, “Musuh – musuh mengancam kami karena kami muslimin yang berpegang pada Al – Quran dan mengikuti Nabi (SAAW), mereka menyadari bahwa Islam berbahaya bagi mereka”.
Pusat keislaman Wathakker juga menegaskan, “Tujuan musuh – musuh tersebut adalah Islam, jika kita menginginkan penghinaan seperti ini tidak terjadi lagi maka kita harus berintegrasi satu sama lain, setiap orang, setiap kelompok, setiap bangsa dan setiap negara harus berperan dalam memperkuat pembelaan terhadap agama yang mulia ini”.
Pusat keislaman ini diakhir pernyataannya juga menyinggung, “Kita seharusnya marah terhadap aksi pembakaran Al – Quran ini dan juga bereaksi terhadap upaya pe – yahudi – an Al – Quds serta tidak membiarkan Zionist menyalahgunakan kondisi dunia Islam yang telah ada sekarang demi mencapai tujuan – tujuan mereka”.
Perlu disampaikan bahwa pusat keislaman Wathakker sejak tahun 2006 demi menunjukkan kepeduliannya terhadap umat Islam telah memulai aktivitas internetnya yang dapat dilihat di alamat http://www.wathakker.net .
964943