Dalam pernyataan hari Senin, Ramzi Garmou, uskup agung ibukota mengecam tindakan itu sebagai "keji dan tidak etis".
Para Kasdim Gereja Katolik juga mengutuk keras tindakan keji dan tidak etis itu, serta menuntut penghormatan terhadap kitab suci, tempat ibadah dan para nabi dari semua agama.
Semua anggota dari keyakinan yang berbeda diminta untuk menahan diri dari segala macam kekerasan, khususnya, yang dilakukan atas nama agama. Ia juga menambahkan bahwa agama-agama monoteis harus bersama-sama melestarikan perdamaian, cinta dan rekonsiliasi di antara bangsa-bangsa.
Pada tanggal 28 April, Terry Jones, pendeta Amerika membakar kitab suci Islam. Ini bukan pertama kalinya bahwa pendeta radikal membakar kitab suci. Pada tanggal 20 Maret tahun lalu, Jones membakar salinan Al-Qur'an di tempat kudus Dove World Outreach Center meskipun ia awalnya mundur dari keputusan untuk melakukannya. Langkah ini memicu kemarahan di negara-negara Muslim.
Sumber: Press TV
1002415