Hujatul Islam wal Muslimin Abdul Karimi Abidini, imam shalat jumat Kota Kazwin, dalam dialognya dengan wartawan kami, menyinggung akan aksi anti-Islam oleh pastor Amerika yang menghina Al-Qur’an, beliau mengatakan; “Orang yang menghina Al-Qur’an ini bukanlah seorang Nasrani, karena Umat Kristen dan para pengikut Nabi Isa al-Masih itu sama sekali tidak punya permusuhan dengan Islam, mereka selalu mengadakan diskusi-diskusi ilmiah secara kekerabatan dengan muslimin.”
Beliau menjelaskan, bahwa faktor utama dari penghinaan tersebut adalah berkembangnya Islam dan asas-asas Islam.
“Permusuhan, iri dan dengki karena makin bekembangnya spiritual, agama dan masjid-masjid di daerah pusat musuh Islam lah yang menjadi faktor utama aksi penghinaan ini, kaum congkak dunia tidak mau kalau nilai-nilai kemanusiaan dan keaadilan sampai tersebar,” tuturnya.
Hujatul Islam wal Muslimin Abdul Karimi Abidini mengingatkan, “Allah swt dalam Al-Qur’an Karim mengesahkan akan agama-agama terdahulu sebelum Islam, bahkan para nabi dan kitab-kitab suci mereka juga disebutkan di dalamnya, dengan demikiaan, pelecehan terhadap Al-Qura’an merupakan penghinaan atas seluruh agama samawi.”
Imam shalat jumat Kota Kazwin ini berkaitan dengan adanya Pastor Nasrani yang mengajarkan Al-Qur’an di gereja, beliau mengatakan; “Yang dilakukan pastor tersebut dalam mengajarkan Al-Qur’an di gereja merupakan indikasi akan konsekwensi dan kereligiusannya, kita berharap semoga dengan hal itu, Kaum Nasrani dan para pengikut al-Masih akan mengenal hukum dan aturan-aturan yang begitu detail dari agama penyelamat, Islam.”