Sejumlah tokoh agama, pejabat kebudayaan dan negara ambil bagian dalam upacara penutupan termasuk anggota parlemen Gholam-Ali Haddad Adel dan Hojat-ol-Islam Abutorabi, Ketua Gabungan Kepala Staf Mayor Jenderal Firuzabadi, dan sekretaris konferensi Hojat-ol-Islam Seyyed Masud Purseyyed-Aghayi.
Dalam pidatonya, Hojat-ol-Islam Purseyyed-Aghayi mengatakan Mahdi yang Dijanjikan (semoga Allah mempercepat kemunculnya) adalah rahasia kemenangan para pencari kebenaran di dunia dan ke-Mahdi-an adalah satu – satunya konsep yang murni, mengakar dalam, dan menghidupkan keyakinan antar - agama yang akan mengakhiri segala perbedaan agama dan non – agama serta memenuhi harapan seluruh umat manusia.
Beliau lebih jauh menjabarkan tema konferensi dan menekankan perlunya ajaran ke-Mahdi-an untuk dipromosikan melalui seni.
Gholam-Ali Haddad Adel juga menyebutkan acara tersebut, membahas hasil personal dan sosial dari keyakinan akan munculnya kembali Imam Zaman (AS).
Lebih lanjut dalam upacara, sekretaris dari tiga komite konferensi memberi laporan tentang makalah yang disajikan pada pertemuan dan kemudian pernyataan akhir dari konferensi tersebut dibacakan.
Konferensi Internasional ke-8 Doktrin ke-Mahdi-an, peletakan dasar pemahaman, dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, 5-6 Juni, di Aula Konferensi IRIB di Teheran.
1046313