Kepada IQNA, Ahmad Abolghassemi akan mendampingi peserta Iran Amin Pouya, sebagai pemandu.
Apa yang akan dilakukannya adalah untuk membantu para Qari, mencapai tingkat tertinggi dalam teknik dan kesiapan mental.
Dirinya dan Mr. Pouya akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa.
Faktor terpenting dalam membantu kontestan adalah bakat dan kemampuan, namun pengalaman pemandu juga dapat membantu.
Ketika ditanya tentang mengapa Qari dari Iran gagal dalam lomba di Malaysia?
Dia menjawab, biasanya terjadi penilaian yang tidak adil dalam perlombaan, dan terutama gangguan politik antar negara menjadikan Qari Iran gagal untuk meraih hadiah utama.
Ahli-ahli Al-Quran berharap, dengan dukungan yang cukup peserta dari Iran akan berhasil dalam acara Internasional, termasuk lomba di Malaysia.
Tilawatil Quran Internasional Edisi ke-54 Malaysia akan dimulai pada tanggal 6 Juli Di Kuala Lumpur dan berlangsung selama 8 hari.
1044000