Imam – Imam shalat Jumat propinsi Qatif, Arab Saudi, telah menegaskan kembali solidaritas mereka kepada ulama Syiah Saudi Ayatollah Sheikh Namir Baqer yang saat ini ditahan. Mereka menekankan bahwa kebijakan rezim Saudi yang menindas Syiah telah gagal, situs berita Rasid melaporkan.
Sayyid Taher Al-Shamimi, Imam sholat Jumat kota Al-Awamiya propinsi Qatif mengutuk rezim Saudi yang menggunakan represi untuk menyelesaikan permasalahan politik, ia mengatakan kebijakan ini telah menghadapi kebuntuan dan memperburuk situasi.
Dia juga mengatakan bahwa penangkapan Ayatollah Namir merupakan penghinaan terhadap Syiah di Arab Saudi dan di tempat lain, ia menambahkan bahwa rezim Saudi telah mengabaikan sensitivitas Syiah.
Sheikh Muhammad Al-Ubeydan, Imam sholat Jumat kota Qatif juga menganggap perlakuan kasar pasukan keamanan Saudi terhadap 'Ayatollah Namir sebagai tindakan yang tidak menghormati martabat manusia.
Imam shalat Jumat lain dari kota Safawi menggambarkan Ayatullah Namir sebagai pembela kaum tertindas dan pembawa bendera keadilan.
Sheikh Muhammad Al-Habib mengatakan penangkapan itu merupakan penghinaan terhadap semua ulama Syiah dan pengikut mazhab Ahlul Bait (AS).
Ayatollah Namir diserang dengan kekerasan, ditembak dan ditangkap oleh pasukan keamanan Saudi pada hari Minggu, 8 Juli 2012 di propinsi Qatif yang berpenduduk mayoritas Syiah.
Ketika kabar itu menyebar, orang – orang turun ke jalan di kota Al-Awamiya untuk memprotes penangkapan tersebut. Bentrokan antara polisi dan pemrotes menyebabkan dua orang tewas dan beberapa terluka.
1052328