Hari pertama akan tampil tujuh peserta untuk bersaing dalam merebut penghargaan. Abbas Abdinasir Moalim Ahmed (Inggris), Ainul Arefin (Bangladesh), Abdulrahman Faris Mahmoud Khalaf (Jordan), Lafir Abdullah Lafir (Sri Lanka), El Hadji Drame (Mali), Ahmed Mohamed Ibrahim Halane (Denmark), Hasan Katongole (Uganda) dan Omary Abdullah Salim (Tanzania) adalah kelompok pertama peserta yang akan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an di hadapan para juri internasional.
Sedangkan pada hari berikutnya akan tampil, Abderrahmane Toukane (Italia), Samer Muwafaq Abed Al-Kubaisi (Irak), Muhammad Thalhah Sharjeel Rahat (Pakistan), Abdulrahman Ali Abdulrahman Rashed Alrafaei (Bahrain), Mofti Saro Mohammad Yasin (Filipina), Abbas Muhammad Salisu Zakaria (Nigeria), Soufiane Ikachoura (Belanda) dan Aphisit Matang (Thailand).
Terlebih dahulu Dr. Essam Al Owaid dari Arab Saudi memberikan ceramah tentang "Bagaimana mencicipi manisnya Al-Quran," dan memberikan tinjauan tentang pembacaan Al-Quran dan merefleksikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dan menekankan bahwa, setiap orang Muslim percaya bahwa Al-Qur'an adalah sumber kebahagiaan dan bimbingan. Ketika seseorang mendengar bacaan dari Al-Quran, akan dibawa ke perasaan jiwa yang damai, perasaan ini juga akan dialami oleh umat Islam yang tidak tahu bahasa Arab sekalipun.
Umat non-Muslim juga merasakan hal yang sama ketika mereka mulai mendengarkannya. Dia juga memberi beberapa contoh beberapa orang non-Muslim yang telah masuk Islam gara-gara mendengar ayat suci Al-Quran yang dibawakan dengan lantunan suara yang indah.
Dr Al Owaid menyatakan: "Jika kita mau mendengarkan Al-Qur'an, maka kita dapat menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi dalam hidup ini."
Acara tahunan bergengsi ini akan ditutup pada tanggal 20 Ramadhan dan Yusuf Estes mendapat penghargaan sebagai orang yang berkepribadian Islam tahun ini. Dia dipilih atas usaha-usahanya dalam menyebarkan dan memberitakan ajaran-ajaran toleransi Islam dan nilai-nilainya di Barat.
1063853