IQNA

Presiden Republik Islam Iran:
6:10 - May 14, 2015
Berita ID: 3300718
IRAN (IQNA) - Hujjatul Islam wal Muslimin Rouhani meminta genjatan senjata secara riil di Yaman dan menegaskan, seruan kelaliman masyarakat Yaman harus sampai ke semua telinga manusia pecinta di seluruh penjuru dunia.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari kantor berita kepresidenan, Hujjatul Islam wal Muslimin Hassan Rouhani, Rabu (13/5), dalam pertemuan pers bersama dengan presiden Irak mengatakan, Iran siap siaga untuk menjaga stabilitas, keamanan dan melawan terorisme, akan melaksanakan segala bantuan yang dikehendaki oleh pemerintah Irak.
Presiden dengan menjelaskan bahwa kami dengan Irak sebagai negara tetangga dan saudara terkait masalah dua negara memiliki pandangan yang dekat dan sama menambahkan, stabilitas dan keamanan Irak bagi Republik Islam Iran sangat diprioritaskan dan kami telah bersama-sama berdialog pada negosiasi dalam ranah stabilitas dan keamanan Irak dan Iran pada bulan-bulan lalu dengan beberapa kerjasama juga membuktikan masalah penting ini dalam praktek.
Hujjatul Islam wal Muslimin Rouhani dengan menjelaskan bahwa masyarakat besar Irak tidak akan mengizinkan masyarakat-masyarakat lain berbicara untuk pembagian atau konflik di negara ini atau mengadopsi sebuah keputusan, mengungkapkan, Irak sebuah negara satu dan bersatu dan kami mengumumkan kepada semua negara-negara di seluruh dunia yang melihat mimpi-mimpi buruk untuk masa mendatang Irak bahwa masyarakat Irak adalah masyarakat satu dan telah memiliki agenda untuk stabilitas dan kohesinya sebagai sebuah masyarakat yang besar.
Hujjatul Islam wal Muslimin Rouhani meminta genjatan senjata secara riil di Yaman dan dengan menegaskan bahwa seruan kelaliman masyarakat Yaman harus sampai ke telinga seluruh manusia pecinta di seluruh penjuru dunia mengatakan, dalam pertemuan bersama dua negara kami telah berdialog tentang masalah-masalah penting kawasan, seperti masalah keamanan Suriah dan masalah-masalah penting yang sedang terjadi di kawasan dan demikian juga kondisi-kondisi Yaman yang sangat memprihatinkan dan bantuan yang harus disampaikan secara langsung untuk masyarakat Yaman dan sepemikiran dan kerjasama-kerjasama yang harus dilakukan.
“Masyarakat Yaman sekarang ini membutuhkan tim-tim kedokteran, bahan makanan dan obat-obatan dan sekarang ini masalah Yaman bukan lagi sebuah masalah kawasan dan politik, namun sebuah masalah kemanusiaan untuk semua negara-negara kawasan dan dunia,” tegas Presiden.
Presiden Rouhani dengan menjelaskan bahwa dalam negosiasi-negosiasinya telah melakukan dialog dalam ranah bahaya terorisme di seluruh kawasan, termasuk Irak dan negara-negara lainnya mengungkapkan, dua negara bersepakat bahwa harus memerangi segala fenomena terorisme di setiap kawasan; karena jika teroris keluar dari Irak dan sekali lagi mereka berkumpul di Suriah, maka mereka akan menjadi ancaman kembali bagi Iran dan negara-negara lainnya dan mereka yang beranggapan bahwa kelompok teroris merupakan sebuah sarana yang memberi kemaslahatan kebijakan-kebijakan mereka di kawasan, anggapan ini sangat tidak benar. Seluruh negara-negara kawasan harus saling bergandengan tangan dan bersatu guna melawan terorisme.
Presiden Irak dengan mengucapkan rasa terimakasih kepada Republik Islam Iran atas bantuan-bantuan bernilainya yang telah diketengahkan sejak hari pertama melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menambahkan, Iran dengan membantu para gelandangan, juga telah membantu tentara dan masyarakat Irak dalam memerangi ISIS, dimana kami sangat berterimakasih atas ini semua.
Dia dengan mengisyaratkan bahwa ISIS bukan hanya dianggap sebagai musuh masyarakat Irak, bahkan bagi seluruh masyarakat kawasan mengungkapkan, sekarang ini, tidak hanya pasukan Irak, bahkan pasukan-pasukan Basiji ( mobilisasi masyarakat), sukarelawan dan pasukan peshmerga sedang memerangi ISIS dengan satu spirit. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Republik Islam Iran dan semua pihak yang mendukung dalam melawan ISIS di Irak.

3297487

Kunci-kunci: Politik
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: