Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Shafaqna Foundation, Yayasan
Hak Muslim Nigeria selain mengkritik rencana, "Muhammad Bukhary",
Presiden negara ini mengenai larangannya terhadap hijab wanita Muslim di
Nigeria ini dengan alasan pengeboman, pendekatan semacam ini, diyakini
sebagai cara lain untuk lari dari masalah utama negara ini.
Mohammad Bukhary, dalam sambutannya yang aneh kepada wartawan
mengatakan: jika diperlukan, maka kami akan melarang pemakaian hijab.
Dia dalam kelanjutan ucapannya mengatakan, pemerintah tidak memiliki
pilihan lain untuk memilih antara jilbab dan keamanan. Saya melarang
jilbab.
Bukhary juga mengklaim: Perempuan tidak harus memakai jilbab, karena
mereka meledakkan bom dibalik jilbab mereka. Mereka adalah teroris.
Dalam perkembangan terakhir di Nigeria dan pembunuhan kaum Syiah oleh
pasukan militer negara ini, banyak perempuan-perempuan Syiah yang
ditahan di penjara-penjara negara ini yang menanggalkan hijabnya.
Keterangan dan penjelasan Presiden negara ini serta tindakan-tindakan
tentaranya terjadi padahal data statistik yang tidak resmi menunjukkan
bahwa lebih dari 70% dari penduduk di negeri ini adalah Muslim.
Perkembangan terakhir juga menunjukkan bahwa pengaruh Zionis yang luas
telah berkuasa di negeri ini untuk memerangi Islam.
3471377