IQNA

7:15 - February 08, 2016
Berita ID: 3470137
JERMAN (IQNA) - Gerakan anti Islam PEGIDA menyelenggarakan demo di seluruh penjuru Eropa, dengan pusat kota Dresden di propinsi Saxony, Jerman.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Press TV, kelompok yang berafiliasi dengan gerakan PEGIDA yang kantor utamanya di negara Jerman menyelenggarakan protes di pelbagai negara Eropa dalam menentang masuknya para pencari suaka muslim ke Eropa, Sabtu (6/2).

Gerakan Neo-Nazi PEGIDA menamakan tanggal 6 Februari sebagai hari Pertahanan Eropa dan meminta seluruh pendukungnya di seluruh benua ini supaya turun ke jalan. Dalam hal ini, kurang lebih 15 ribu orang dari Dresden Jerman, yang menjadi tempat kelahiran gerakan PEGIDA pada tahun 2014, berkumpul. Para pendemo meneriakkan, "Merkel must go! (Angela Merkel /Kanselir Jerman) harus pergi! Mereka menentang kebijakan Pintu-pintu Terbuka, Merkel dalam menghadapi para pencari suaka.

Dalam menentang pendukung PEGIDA, kurang lebih 10 ribu aktivis sayap kanan dan anti Fasisme juga disisi lain di sungai Elba, yang membagi kota Dresden menjadi dua bagian, menyelenggarakan demo tandingan dalam menentang gerakan anti Islam tersebut.

Menurut laporan terbaru, puluhan ribu orang kurang lebih di 14 negara Eropa melakukan demonstrasi pada hari Sabtu dan polisi bentrok dengan para pendukung PEGIDA di enam titik demo tersebut. Di Amsterdam, ibukota Belanda, polisi anti huru hara bentrok dengan para demonstran, yang menyelenggarakan demo protes PEGIDA untuk pertama kalinya di negara tersebut.

Kurang lebih 200 pendukung PEGIDA hadir dalam demo di negara tersebut dan akhirnya polisi dan para demonstran sayap kanan yang meneriakkan Selamat Datang Para Imigran, Tidak Fasis!, membubarkan mereka. Demikian juga, polisi Belanda menangkap beberapa anggota gerakan PEGIDA.

Di Praha, ibukota Republik Ceko juga demo-demo bersamaan dengan para pendukung dan oposisi gerakan anti Islam PEGIDA berujung kisruh. Kurang lebih 1500 orang pendukung PEGIDA melakukan demo di Praha dan membawa plakat-plakat dengan konten "Tidak Bermigrasi dan Hentikanlah Pendukung Merkel.”

Di Dublin, ibukota Irlandia juga para demonstran PEGIDA menghadapi penentangan kelompok opisisi dan akhirnya para demosntran anti Islam terpaksa kabur. Para demonstrasi PEGIDA di Inggris juga diselenggarakan hanya dihadiri kurang lebih 100 orang di kota Birmingham.

Menurut laporan radio RFI, di kota Calais, di utara Perancis juga kurang lebih 150 demonstran menentang kehadiran para imigran, yang bentrok dengan polisi huru hara, karena pelarangan demo protes PEGIDA.

http://www.iqna.ir/fa/news/3473410

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\