IQNA

14:30 - July 10, 2016
Berita ID: 3470515
DUBAI (IQNA) - Acara penghargaan kepada para pelajar pendidikan hafalan Al-Quran khusus para penyandang Sindrom Down keempat diselenggarkan di kota Dubai Emirat.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari alkhaleej.ae, agenda tahunan qori Al-Quran keempat telah rampung, dengan tujuan edukasi hafalan surat-surat Al-Quran, pokok dan dasar-dasar tajwid dan pelaksanaan makharij sahih huruf Al-Quran kepada para penyandang Sindrom Down di Emirat.

Agenda ini diselenggarakan setiap tahun dan atas prakarsa himpunan dukungan kepada para penyandang Sindrom Down dan dengan kerjasama markas edukasi hafalan Al-Quran Royati kota Dubai.

Eid Mohammed Thani Harib, ketua dewan kantor himpunan dukungan para penyandang Sindrom Down lewat pidato dalam acara ini juga mengucapkan rasa terimakasih atas upaya dan kerjasama edukasi dan tarbiah markas Royati dengan himpunan ini.

Lebih lanjut ia menegaskan urgensitas penyelenggaraan kursus tersebut dan menciptakan kompetisi antar para penyandang sakit ini dalam bidang pembelajaran hafalan Al-Quran dan mengatakan, mengenal estetika Al-Quran dalam memperkuat spirit dan kejiwaan orang-orang ini sangat efektif.

Sindrom Down yang dikenal juga dengan Mongolisme adalah sebuah penyakit genetik, yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3 yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas.

Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, sampai tampak minimal muncul tanda yang khusus.

Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.

Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain.

Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan cepat.

http://iqna.ir/fa/news/3513435

Kunci-kunci: Dubai ، Para Hafiz ، Penyandang ، Sindrom Down
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\