IQNA

9:29 - July 25, 2016
Berita ID: 3470559
Perwalian Haram Suci Razavi dalam pertemuan dengan jajaran komandan Angkatan Laut, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, apa yang membuat keperkasaan lahir militer Iran mampu mengalahkan pasukan Amerika dan menyebabkan para marinir negara itu berlutut di hadapan pasukan muda IRGC, meletakkan tangan mereka di belakang kepala dan menyerah, adalah kekuatan ibadah dan kapasitas maknawi serta Ilahi para pemuda IRGC.

Menurut laporan IQNA, yang dikutip dari Astan News melaporkan, Hujatulislam Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan Senin pagi yang turut dihadiri oleh Laksamana Ali Fadavi, Komandan AL, IRGC di kota suci Mashhad, menilai faktor keunggulan mukminin dari non-mukmin adalah kekuatan ibadah dan kapasitas Ilahi.

Ia menuturkan, kekuatan ibadah, penghambaan dan kapasitas maknawi tidak lain adalah tangan Tuhan dan rahasia kemenangan mukminin atas non-mukmin. Kekuatan spiritualitas inilah yang menjaga Iran dari seluruh peperangan, kesulitan dan fitnah, juga perang pertahanan suci delapan tahun.

Anggota Staf Ketua, Dewan Ahli Kepemimpinan Iran itu menganggap satu-satunya jalan untuk menjaga para pemuda dari serangan dan konspirasi asing adalah dengan memperkuat kapasitas ibadah dalam diri mereka.

"Hari ini, Barat berputus asa atas kemungkinan konfrontasi militer dengan Iran dan mulai melancarkan serangan tanpa belas kasih untuk mengubah selera dan gaya hidup Islam serta Iran dan satu-satunya jalan untuk melawan serangan luas ini adalah meningkatkan kapasitas spiritual kaum muda,” ujarnya.

Kesabaran dan Lapang Dada, Medali Tertinggi dan Nikmat Ilahi

Anggota Dewan Tinggi Hauzah Ilmiah Khorasan menjelaskan, medali tertinggi dan nikmat yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw sebagai makhluk terbaik adalah kesabaran dan lapang dada.

Raisi menerangkan, kesabaran dan kapasitas spiritual dapat merubah kesulitan dan musibah-musibah dalam kehidupan, menjadi peluang. Sebagai contoh, kemiskinan adalah ancaman besar yang bahkan dapat menyeret manusia ke dalam kekufuran, akan tetapi jika kapasitas maknawi dan kesabaran ada dalam diri seorang manusia, maka kemiskinan akan berubah menjadi peluang untuk kesempurnaannya.

Perwlian Haram Suci Razavi juga menyinggung sebuah hadis dari Imam Ali bin Abi Thalib as yang bersabda, hati manusia bagaikan wadah, oleh karena itu, wadah terbaik adalah yang paling besar kapasitasnya.

"Kapasitas ini begitu penting sehingga manusia membutuhkannya untuk aktif di setiap posisi politik, sosial dan militer. Kapasitas ini menyebabkan seorang manusia mampu melewati semua lika-liku kehidupan dengan selamat,” imbuhnya.

Raisi juga menegaskan bahwa satu-satunya jalan keselamatan seorang manusia dari ancaman dan masalah-masalah hidup adalah pembangunan kapasitas diri.

Ia menuturkan, kapasitas ini tidak akan bisa diraih tanpa penghambaan kepada Allah Swt dan manusia bisa meningkatkan kapasitas maknawinya hanya dengan penghambaan kepada Tuhan.

Empat Karakteristik Pembangunan Pemerintahan Islam

Hujatulislam Raisi di bagian lain pidatonya, dengan memperhatikan tema pertemuan ini, kebangkitan amar makruf nahyi munkar, menilai pembangunan pemerintahan Islami terbagi ke dalam empat pondasi hubungan. Hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan masyarakat untuk Tuhan, mengajak masyarakat melakukan amar makruf dan mencegah mereka dari kemunkaran.

Raisi berharap seluruh dimensi kehidupan manusia bersandar pada empat pondasi ini dan amar makruf, nahyi munkar, dalam bentuk tertentu menjadi landasan bagi seluruh gerakan masyarakat Islam.

Ia menambahkan, jika aturan Allah Swt tentang amar makruf, nahyi munkar tersebar luas di tengah masyarakat, pasti di negara ini akan tercipta gelombang perubahan yang besar.

Bahaya Seorang Berbaju Agama tapi Berpandangan Sekuler

Anggota Staf Ketua, Dewan Ahli Kepemimpinan Iran menyebut seorang berbaju agama tapi berpandangan sekuler sebagai orang paling berbahaya bagi masyarakat Islam.

Ia menuturkan, orang-orang semacam ini dengan pakaian agama yang dimilikinya, yakin bahwa agama tidak boleh memainkan peran apapun dalam kehidupan sosial. Akan tetapi pandangan Islam mengatakan, agama adalah jawaban bagi seluruh kebutuhan sosial manusia dan fikih dapat dijalankan di setiap sendi kehidupan manusia.

Menurut Raisi, fikih dalam makna sempurnanya, meliputi fikih akbar dalam arti ilmu tentang akidah dan keyakinan-keyakinan agama, fikih menengah sebagai ilmu tentang akhlak baik dan mulia, dan fikih kecil berarti ilmu tentang hukum-hukum syariat dalam Islam.

"Jika fikih diartikan sebagai sesuatu yang ada dalam Islam, termanifestasikan dalam pemikiran, akhlak, perilaku dan perbuatan individu, maka ia akan menjadi seorang yang seperti Imam Khomeini, ahli fikih yang lengkap, dan perkataan serta perbuatannya, berpengaruh dan jelas,” pungkasnya.

Sumber: Situs Haram Imam Ridha As:

 http://globe.aqr.ir/portal/home/?news/166557/167438/982365/

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\