IQNA

19:41 - August 28, 2016
Berita ID: 3470646
DENMARK (IQNA) - Masjid pertama khusus para wanita di kota Copenhagen Denmark, Jumat (26/8) secara resmi dibuka dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama dengan dipimpin oleh wanita, sehingga sekali lagi kontroversi pelaksanaan shalat dengan dipimpin oleh Sherin Khankan menjadi berita utama kaum muslim Eropa.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari harian The Guardian, masjid Maryam kota Copenhagen merupakan masjid pertama khusus para wanita di kawasan Skandinavia dan di seluruh penjuru dunia juga sedikit sekali yang menyerupainya. Hari Kamis sekitar 60 sukarelawan datang ke masjid Maryam dan telah mempersiapkan pembukaan resmi pada hari Jumat.

Tirai-tirai krem dengan dekorasi elegan digantung, kaligrafi ayat al-Quran, bunga dan lilin-lilin juga disusun. Para wanita muslim hari Jumat berkumpul di masjid ini dan salah satu dari mereka mengumandangkan adzan.

Sherin Khankan dan Shaleha Maria merupakan dua imam masjid tersebut, dimana salah satunya mengumandangkan adzan dan melakukan pidato pendahuluan dan satunya melontarkan khutbah shalat Jumat dengan topik wanita dan Islam dalam dunia kontemporer.

Shaleha Maria dalam pidatonya mengisyaratkan secara singkat akan masalah renang Islam di Perancis dan dengan menyindir berkata menurut laporan-laporan media sampai sebelum pengumuman pelarangan pakaian-pakaian ini di Perancis, satu pakaian renang Islam tidak ada di toko-toko penjuru Eropa, namun sekarang para wanita muslim dan non muslim sedang membeli guna menunjukkan solidaritas.

Setelah khotbah juga, barsan-barisan wanita dimana separuh darinya merupakan para pengikut agama lain, namun mereka diundang untuk pembukaan masjid, mereka saling ruku dan sujud dan menciptakan adegan yang langka.

Masjid Maryam dibuka secara informal pada bulan Februari dan berlangsung selama enam bulan sampai pendahuluan-pendahuluan lazim untuk penyelenggaraan shalat Jumat pertama dilaksanakan di situ.

Pelaksanaan Shalat Jumat Pertama Masjid Para Wanita di Denmark

Sherin Khankan Imam Jamaah Wanita di Copenhagen Denmark

Sherin Khankan mengatakan, kami sekarang masih dalam tangan pembelajaran. Kami memulai perjalanan dimana hal ini merupakan tangga pertamanya.

Ia yang keturunan Suriah dan dari ibu Finlandia termasuk salah satu empat wanita sebagai imam jamaah muslim di Denmark yang melaksanakan shalat berjamaah.

Sherin Khankan yang mencari perubahan kondisi mengklaim, kami juga melihat sistem pendominasian laki-laki dalam agama dan ini tidak semata-mata dalam agama Islam saja dan kita juga melihat adanya kondisi-kondisi semacam ini di agama-agama samawi lain seperti Yahudi, Kristen dan agama-agama lain dan kami menghendaki perubahan.

Pendiri masjid Maryam di ibukota Denmark ini menjelaskan bahwa telah mendapatkan sikap-sikap positif akan pendirian masjid tersebut dan mengatakan, juga ada kritikan-kritikan lembut akan masalah ini.

Sherin Khankan menguasai pelajaran-pelajaran fikih.

Di Denmark ia tersohor dengan wanita yang memiliki keyakinan para wanita juga dapat mengemban imam Jumat.

Demikian juga Sherin Khankan membuka masjid-masjid serupa masjid Maryam di negara Jerman, Kanada dan Amerika.

http://iqna.ir/fa/news/3525601

Kunci-kunci: Iqna ، Masjid Wanita
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: