
Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Al-Alam, mufti Mesir dalam sebuah wawancara TV mengatakan, istilah Negara Islam untuk setiap manusia biasa menyebabkan keprihatinan; karena setiap aksi-aksi ISIS akan dihubungkan kepada Islam, sementara kelompok teroris tidak lebih dari satu kelompok semata.
"Aksi-aksi ISIS tidak semestinya dinisbatkan kepada Islam dan muslim. Demikian juga penggunaan istilah Negara Islam harus dihentikan oleh media-media yang ada dan menyebutnya sebagai organisasi teroris ISIS,” tegasnya.
Dr. Syauqi ‘Allam mengingatkan, dalam telaah terbaru Darul Fatwa Mesir diketahui bahwa tingkat pengetahuan religi dalam kelompok-kelompok ISIS sangatlah rendah. Karenanya, lembaga-lembaga Islam dengan ideologi moderat harus berupaya menghalau pemikiran-pemikiran ekstrem para generasi baru dalam dunia Islam dan Barat.
Ucapan-ucapan mufti Mesir dipaparkan dimana Al-Azhar Mesir, sebagai markas Islam utama Ahlusunnah, yang sebelumnya pernah menjadi landasan persatuan antar umat Islam, pada tahun-tahun terakhir berada dalam pengaruh wahabi, sementara wahabi merupakan sumber terorisme dan ekstremisme, serta pembentuk dasar-dasar ideologi ISIS.