IQNA

22:17 - February 14, 2017
Berita ID: 3471025
MESIR (IQNA) - Ustad Taha Abdul Wahhab, pengajar suara dan nada Mesir lewat telaah atas naghom tilawah al-Quran mengabarkan penemuan naghom baru, terkait ayat-ayat yang menjadikan audien Rasulullah (Saw) oleh Allah swt.

Ustad Taha Abdul Wahhab, salah seorang qori terkemuka Mesir, pengajar suara dan nada serta juri internasional musabaqoh al-Quran saat wawancara dengan IQNA mengatakan, tujuan dari penemuan dan inovasi ini adalah afirmasi keajaiban harfiah al-Quran, bahkan dalam ranah naghom musik.

Ia menambahkan, telaah ini terkait kajian ayat-ayat dimana Allah mengajak Rasulullah (Saw), para nabi dan kaum mukmin berbicara dan memerintahkan sebuah hal.

Ustad Abdul Wahhab mengatakan, sejumlah naghom musik yang dipakai oleh para qori terkemuka diklasifikasikan menjadi delapan. Kajian ayat-ayat tersebut menunjukkan dalam bagian ini kita akan mendapati naghom baru, dan saya menamainya dengan Shadi (yang diambil dari kata Shadu), yang barartikan langgam.

Ia menjelaskan, telaah sejumlah naghom musik al-Quran menunjukkan apa-apa yang sudah diidentifikasi sampai sekarang oleh para ahli seni terkait macam-macam naghom asli dan cabangnya dalam musik dapat diterapkan pada makna-makna al-Quran. Karenanya dapat diketahui akar ilmu musik juga termasuk bagian dari keajaiban harfiah al-Quran.

Ustad Abdul Wahhab dengan mengisyaratkan surah Al-Baqarah ayat 22 mengatakan, dalam surat ini, "Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan” secara tak sadar not yang digunakan untuk kata Anzala harus dibaca dari atas ke bawah (tinggi ke rendah), demikian juga dalam kalimat Akhraja, not dan naghom harus dibaca dari bawah ke atas (rendah ke tinggi), dengan demikian kita mengerti bahwa ritme dan jenis not ini tersimpan dalam maksud tersebut dan kita membacakan tilawahnya sesuai dengan ilmu musik, semisalnya dalam naghom Rost atau Ajam.

Ia menambahkan, dalam hal ini kita mengkaji naghom-naghom utama dan seluruh cabangnya, saat riset naghom Rost, saya menemukan sebuah naghom cabang bernama Nuruz, yaitu gabungan antara naghom Bayyati dan Rost, naghom ini digunakan dalam dialog yang diakhiri dengan kabar gembira, karena naghom Bayyati untuk percakapan dan naghom Rost untuk kabar gembira.

Ustad Abdul Wahhab dengan mengisyaratkan hal ini mengatakan, saya memperhatikan naghom tersebut dalam al-Quran amatlah gamblang dan jelas; semisalnya percakapan yang terjadi antara Allah swt dan Nabi Musa (As) merupakan bukti jelas akan naghom Nuruz atau percakapan, yang diakhiri dengan kabar gembira.

Demikian juga dalam surah Yusuf ayat 19, "Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!” naghom tersebut amatlah jelas.

Ustad Taha Abdul Wahhab dengan mengisyaratkan naghom Suznak mengatakan, dalam naghom Suznak yang merupakan gabungan dari naghom Hijaz dan Rost; pertama-tama menegaskan tentang naghom Hijaz, yang dipakai untuk peringatan dan kekuatan, dan selanjutnya diakhir dengan naghom Rost, yaitu kabar gembira; naghom ini juga dengan gamblang dapat diterapkan dalam surah An-Naziat ayat 40 dan 41, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)”, dikarenakan permulaan ayat berbicara tentang peringatan dan ancaman dan dilanjutkan dengan kabar gembira surga.

Ustad Abdul Wahhab dengan mengisyaratkan naghom lain bernama Mahur mengatakan, Mahur merupakan gabungan antara naghom Ajam dan Rost; contoh jelas naqhom musik ini adalah dalam surah At-Thalaq ayat 2, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”; saya mendapatkan semua gabungan dan musytaq naghom asli atau naghom-naghom cabang juga sudah tertera dalam kalam wahyu Ilahi sejak awal.

Penemuan Naghom Shadi

Ia lebih lanjut mengatakan, kemudiaan saya melakukan telaah lebih sampai pada akhirnya menemukan naghom lainnya, yang sampai sekarang belum dipakai dalam dunia musik dan dengan izin Allah saya mendapatkan apa-apa yang diberikan oleh Allah kepada Rasul, baik secara tabiat atau intonasi yang digunakan untuk audien lainnya (para nabi dan mukmin) sangat berbeda; dikarenakan Rasulullah adalah kekasih Allah, dengan demikian ketika tingkatan dan sang penerima berubah, maka intonasi audien juga ikut turut berubah.

Pengajar suara dan nada al-Quran ini menambahkan, dengan mengkaji ayat-ayat yang ada, saya dapati ketika Allah menurunkan sebuah perintah kepada Rasulullah (Saw), akan menggunakan intonasi yang lembut, bukan dengan intonasi memerintah, bahkan dalam kondisi teguran saat Allah berbicara kepada beliau dalam surah At-Tahrim ayat pertama, "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu”.

Ustad Taha Abdul Wahhab mengatakan, demikian juga ketika perintah Allah kepada kaum mukmin dengan menggunakan intonasi kasih sayang, namun dalam tingkatan yang lebih rendah dibanding Rasulullah; begitu juga ketika berbicara dengan seluruh para nabi dengan nada lembut.

Juri Mesir musabaqoh al-Quran ini menambahkan, semisalnya Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 59 berbicara kepada Rasulullah, "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu”. Ayat ini juga berbicara dalam bentuk percakapan, perintah dan dengan intonasi lembut, dengan demikian dalam pelantunan ayat ini saya usahakan dengan beberapa penggabungan dan saya menemukan naghom baru, yang saya namai dengan Shadi.

Ustad dengan memaparkan penemuan-penemuan Quraninya ke sejumlah pengajar musik dan sejumlah musisi, mengatakan semua pengajar mengungkapkan kandungan baru tidak ada dalam naghom musik dan sebuah naghom baru.

Ia di penghujung mengingatkan, tujuan utama saya dari pemaparan riset ini adalah membuktikan keajaiban harfiah al-Quran dalam ilmu musik dan sejumlah naghomnya.

http://iqna.ir/fa/news/3573499

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\