IQNA

IQNA:
18:49 - July 09, 2018
Berita ID: 3472314
HAMBURG (IQNA) - Pada tahun 1908, ketika universitas modern pertama di Hamburg dibuka, salah satu fakultas dan institut pertama dari universitas atas nama institut studi kolonial di Hamburg dimulai.

 Institut Asia dan Afrika di Hamburg, Islamologi dan Sejarah Puncak Abad Ini

Menurut laporan IQNA, Universitas Hamburg adalah salah satu universitas Jerman terkemuka dan salah satu dari 15 universitas terbaik di Jerman, di antara 220 universitas terbaik di dunia. Ini adalah lembaga penelitian dan pengajaran terbesar di utara Jerman.

Universitas utama terletak di wilayah pusat Rotherbaum dan lembaga-lembaga afiliasinya serta pusat-pusat penelitiannya telah tersebar di seluruh kota. Meskipun sejarahnya relatif singkat, ia telah memenangkan enam Hadiah Nobel.

Saluran Telegram Studi Islam dan Studi Jerman (Eropa) mempresentasikan bagian tentang Kajian dan Sejarah Timur Tengah di Universitas Hamburg. Bagian ini merupakan bagian dari Institut Studi Asia Afrika, yang berusia 100 tahun. Pada tahun 1908, ketika universitas modern pertama di Hamburg dibuka, salah satu perguruan tinggi dan institut universitas pertama, Hamburgisches Kolonialinstitut, memulai kinerjanya.

Hamburg, melalui pelabuhannya yang besar dan penting, menjadi markas penting komersial besar di Jerman dan luar negeri dan telah menjadi hilir mudik pengusaha asing.

Institut ini awalnya didirikan untuk pedagang Hamburg dengan tujuan mengajarkan bahasa dan isu-isu dasar tentang budaya negara-negara tujuan sehingga dengan cara ini dapat mempertahankan kepentingan bisnis maksimum.

Perubahan Pendekatan

Namun dengan waktu dan komunikasi, serta migrasi sejumlah besar orang Turki dan Arab ke kota, lembaga ini berubah dan bergerak lebih jauh ke arah studi dan penelitian akademik di bidang budaya dan bangsa Asia dan Afrika.

Institut Asia dan Afrika di Hamburg, Islamologi dan Sejarah Puncak Abad Ini

Demikian juga, nama institut ini diubah menjadi Institut Asia-Afrika dan kini menjadi salah satu pusat penelitian terbesar di Jerman.

Fakultas ini memiliki tujuh bidang studi utama, Japanologi dan Sinologie, masing-masing memiliki tendensi dan kelompok penelitian yang berbeda.

Timur Tengah

Tetapi salah satu dari bagian-bagian ini, yang merupakan salah satu bagian tertua dari perguruan tinggi, adalah Departemen Studi dan Sejarah Timur Tengah.

Bagian ini aktif dalam tiga bidang studi utama dalam tiga gelar sarjana, pascasarjana dan doktor: dan tiga disipin ini adalah Islamologi, Iranologi, dan Turkologi.

Dalam semua tiga disipilin, terutama di tingkat sarjana, penekanan utamanya adalah pada belajar dan edukasi bahasa. Demikian juga, para mahasiswa dari setiap disiplin juga harus memilih salah satu dari dua bahasa lainnya.

Becker; Pendiri Islamologi Baru

Namun sejarah Departemen Islamologi di Institut itu sampai pada Carl Heinrich Becker, yang pada dasarnya menetapkan tradisi baru Islamologi di Jerman. Becker adalah salah satu manajer pertama di bagian ini dan memainkan peran penting dalam pembentukannya.

Demikian juga, kelompok Islamologi adalah salah satu jurnal khusus tertua di bidang studi tentang Islam, yang disebut "Islam" (Der Islam), yang pendirinya adalah Heinrich Becke.

Namun, karena direktur asli dari bagian ini adalah Heinrich Becke dan telah menciptakan tradisi penelitian yang unik di bidang penelitian yang terkait dengan Islam, dan di sisi lain, para direktur berikutnya juga mengikuti cara itu, Islamologi di lembaga ini lebih merupakan penelitian ilmiah dalam arti positivisme. Oleh karenanya, titik kuat dari bagian ini lebih banyak dalam studi Arkeologi dan sejarah.

Institut Asia dan Afrika di Hamburg, Islamologi dan Sejarah Puncak Abad Ini

Tampilan Dalam Institut Asia dan Afrika

 

Namun, perubahan telah dibuat dalam beberapa tahun terakhir karena alokasi yang signifikan dari kotamadya dan Dewan Tinggi universitas Hamburg dan penelitian lain telah dipertimbangkan, tetapi bentuk yang berlaku masih sama seperti di masa lalu.

Academy of World Religions Universitas Hamburg

Tetapi di bidang Islam di Universitas Hamburg, ada disipilin lain yang berada di luar Institut Asia dan Afrika, juga berada di bawah naungan Akademi Agama-Agama Dunia di tingkat S2 dan Ph.D.

Disiplin ini disajikan sebagai "Religionen, Dialog und Bildung" dalam berbagai tendensi seperti Kristen, Islam, Yudaisme, Hindu dan Buddha.

Filosofi eksistensial dari disiplin ini pada dasarnya berbeda dari Islamologi di Institut Asia dan Afrika. Disipilin ini dibuat untuk menciptakan dasar bagi dialog antar agama serta pemahaman di antara para pengikut agama.

Salah satu tujuan utama disiplin ini adalah untuk mendidik orang-orang yang lebih mungkin aktif sebagai pendidik agama di sekolah atau pusat pendidikan, karenanya secara akademis dan ilmiah lebih rendah dari disiplin serupa di bidang studi Islam.

 Institut Asia dan Afrika di Hamburg, Islamologi dan Sejarah Puncak Abad Ini

http://iqnanews.ru/fa/news/3727832

 

Kunci-kunci: Hamburg ، Jerman ، Universitas Hamburg ، Islamologi ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\