IQNA

Ashraf Ghani:
13:57 - November 18, 2018
Berita ID: 3472666
AFGANISTAN (IQNA) - Pembentukan Komite Konsultatif Perdamaian dan kelanjutan dialog damai melalui Dewan Agung perdamaian termasuk isu-isu yang diangkat dalam pertemuan partai Jamiat-e Islami dan Presiden Afganistan.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Ariana News Afganistan, Salahuddin Rabbani, anggota pimpinan Partai Jamiat-e Islami, Atta Muhammad Nur, Direktur Eksekutif dan Mohammad Ismail Khan, anggota senior Republik Islam Afganistan, pergi ke istana presiden atas undangan Presiden, Mohammad Ashraf Ghani untuk bertemu dengannya guna membahas tentang masalah perdamaian.

Dalam hal ini, dibicarakan tentang upaya pemerintah Afganistan untuk membentuk Komite Konsultatif Perdamaian. Demikian juga dikatakan bahwa pembentukan struktur paralel dengan Dewan Tinggi Perdamaian tidak sesuai dan kesinambungan dialog damai melalui saluran dewan ini, dengan mempertimbangkan pandangan dan opini partai serta gerakan politik dalam proses negosiasi, adalah tindakan yang dipuji.

Demikian juga, anggota-anggota komite pimpinan Partai Jamiat-e Islami Afganistan menekankan nilai-nilai dan pencapaian Jihad dan Perlawanan serta mengenang akan pengorbanan dan para jawara pasukan keamanan dan mengungkapkan, sebagaimana partai ini telah mengorbankan pemimpinnya di jalan perdamaian, tetap mengomitmenkan dirinya untuk mendukung semua upaya-upaya perdamaian yang dimiliki dan dipimpin oleh Afganistan serta dengan tujuan menjamin perdamaian yang adil dan abadi di negara ini.

Perwakilan partai Jamiat-e Islami Afganistan menekankan bahwa, mengingat pentingnya dan perlunya perdamaian di Afganistan, partai ini membentuk Komite Permanen Perdamaian dalam kerangka dewan kepemimpinannya.

Perlu disebutkan bahwa dialog perdamaian multilateral Afganistan yang diadakan di Moskow pada 9 November dengan partisipasi perwakilan dari Taliban dan Dewan Tinggi Perdamaian Afganistan.

 

http://iqna.ir/fa/news/3764618

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\