IQNA

9:27 - April 08, 2019
Berita ID: 3473028
WASHINGTON (IQNA) - Ratusan orang melakukan demo di Washington DC dalam memprotes pelanggaran hak-hak Muslim Uighur di China.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Senin lalu, ratusan warga Washington di Amerika Serikat memprotes pelanggaran hak-hak Muslim Uighur di Xinjiang, China dan menyerukan tindakan praktis pemerintah AS terhadap Beijing.

Para demonstran juga mendesak pemerintah China untuk mengakhiri penindasan keras terhadap minoritas Muslim.

Omer Kanat, ketua komite eksekutif kongres global Uighur, dengan berterima kasih kepada para peserta acara mengatakan, “Kami semua sepakat bahwa kami harus mengakhiri pelanggaran hak-hak Muslim oleh pemerintah China di Turkistn timur (Xinjiang).”

“Perilaku pemerintah China telah menyebabkan penderitaan, kehancuran dan kematian mengerikan warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di China, dan sekarang saatnya untuk mengambil tindakan praktis dalam hal ini,” imbuhnya.

Demikian juga, Delkone Isa, Ketua Kongres Global Uighur, mengatakan: “Kami adalah anak laki-laki dan perempuan yang tidak dapat menghubungi orang tua kami. Ibuku meninggal di sebuah kamp (di China). Kami adalah orang tua yang kehilangan anak-anak kami dimana anak-anak kami tidak bisa tumbuh di tanah air mereka dan mengenal dengan budaya dan tradisi etnis mereka.”

Dia menambahkan, pemerintah AS harus bekerja sama dengan Uni Eropa dan pemerintah lain untuk menghentikan tindakan tidak manusiawi China.

13 juta Muslim Uighur tinggal di provinsi Xinjiang, China. Pada bulan September, Human Rights Watch menuduh pemerintah China telah melanggar hak-hak minoritas Muslim Uighur.

Menurut pejabat PBB, sekitar satu juta Uighur, kelompok etnis Kazakh dan beberapa etnis minoritas lainnya tinggal di kamp-kamp wajib di provinsi Xinjiang, China.

 

http://iqna.ir/fa/news/3801463

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\