IQNA

Perwakilan Jamiah al-Mustafa Rusia:
13:12 - April 25, 2019
Berita ID: 3473068
RUSIA (IQNA) -Mengacu pada interaksi positif antara orang Kristen dan Muslim di Moskow, Asisten Pendidikan Perwakilan Jamiah al-Mustafa (saw) al-Alamiah, menyebutkan kerja sama kaum Sunni dan Syiah di Rusia dan menyebut masalah umat Islam yang paling penting adalah larangan pembangunan masjid oleh walikota ibukota negara ini.

Dalam sebuah wawancara dengan IQNA tentang status aktivitas budaya, sosial dan ekonomi umat Islam di Moskow, Oktay Mohamadov, Asisten Pendidikan Perwakilan Jamiah al-Mustafa (saw) al-Alamiah di Rusia mengatakan: “Muslim, baik Syiah ataupun Sunni, dapat melakukan urusan budaya dan sosial, dan dalam hal ini tidak ada masalah.”

Pengaruh Muslim

Dia menambahkan bahwa ini serupa dalam masalah ekonomi. Muslim di bidang pakaian, pasar buah, transportasi dll merupakan mayoritas pekerja, dan jika kelompok itu tidak bekerja, ekonomi Moskow diambang krisis.

Larangan Pembangunan Masjid; Masalah Terpenting Muslim Rusia

Produk-produk Halal

Menurut Mohamadov, situasi umat Islam di komunitas Moskow sedang meningkat, di toko-toko mata rantai, yang dikelola oleh umat Islam, sebagian dikhususkan untuk daging halal. Bahkan kafe dan restoran telah memasang label besar di dinding yang menunjukkan penjualan produk halal dan mereka melakukannya dengan bebas.

Demikian juga, apakah pemerintah bekerja sama dengan Muslim dalam melaksanakan kegiatan ini ataukah tidak? Dia mengatakan bahwa Rusia tidak mencegah Muslim melakukan urusan ekonomi ataupun budaya, dan bahkan dapat dikatakan bahwa jika hal-hal ini dilakukan sesuai dengan hukum Rusia, mereka akan membantu para penyelenggara kegiatan ini.

Terkait pelaksanaan majelis-majelis religi, Perwakilan Jamiah al-Mustafa mengatakan, majelis-majelis seperti itu diadakan dalam keadaan damai dan aman, seperti contoh dalam pelaksanaan salat Idul Fitri dan salat Jum’at. Umat Islam mengadakan salat Id dan salat Jum'at di masjid-masjid besar di Moskow, dan tidak ada masalah dengan Muslim Sunni dan Syiah. Muslim Syiah dan Sunni bebas mengadakan acara keagamaan di Rusia.

Larangan Pembangunan Masjid; Masalah Terpenting Muslim Rusia

Pemegang Panji Pendekatan

Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana komunitas Syiah dan Sunni berinteraksi di Rusia, Mohamadov mengatakan, kaum Syiah dalam sejarah telah menjadi pemegang panji taqrib antar mazhab, dan para maraji telah menganjurkan untuk menghindari penciptaan perpecahan antara Syiah dan Sunni, memperhatikan masalah ini terutama di Rusia, dimana Syiah merupakan minoritas, sangatlah penting.

Larangan Pembangunan Masjid; Masalah Terpenting Muslim Rusia

Dia mengatakan tentang persatuan Syiah dan Sunni dalam mengadakan acara dan kegiatan di Rusia: "Syiah terdaftar di Moskow dan mereka mengadakan acara di pusat-pusat ini. Demikian juga, kaum Syiah diundang ke konferensi untuk memperkenalkan tokoh-tokoh sejarah Ahlusunah."

Mohammad mengatakan bahwa tidak ada permusuhan antara kedua kelompok dan Sunni tidak berusaha untuk menekan Syiah. Ia menambahkan, misalnya, di Moskow musabaqoh Alquran diadakan dengan bekerja sama kedua kelompok, dan beberapa qori Syiah diundang untuk mentilawah dalam majelis Ahlusunah.

Larangan Pembangunan Masjid; Masalah Terpenting Muslim Rusia

Kerjasama dengan Komunitas Syiah

Dia menyatakan bahwa para ulama dan imam Ahlusunah berpartisipasi dalam kursus beasiswa yang diadakan oleh Jamiah al-Mustafa (saw), sebagai pusat Syiah. Demikian pula, Universitas Moskow mengundang markas ini untuk berkolaborasi dimana hal ini menunjukkan sikap positif interaksi komunitas Kristen dan Sunni dengan kaum Syiah dan saling menghormati satu sama lain.

Dia melanjutkan, pemerintah Rusia tidak mencegah umat Islam dari menyelenggarakan acara dan bahkan mengamankan acara. Ia melanjutkan. Di Moskow, Rusia, baik Sunni maupun Syiah hidup berdampingan, dan pemerintah mengizinkan mereka untuk mengadakan kegiatan masing-masing dengan mudah dan dalam kerangka hukum negara ini.

Larangan Pembangunan Masjid; Masalah Terpenting Muslim Rusia

Larangan Membangun Masjid

Mohamadov mengatakan tentang masalah yang dihadapi umat Islam. “Salah satu masalah utama kami di Moskow adalah bahwa walikota kota ini telah melarang pembangunan masjid tidak hanya untuk kaum Syiah, tetapi juga untuk orang-orang Sunni. Ada lima masjid di Moskow, yang sangat minim bagi jumlah Muslim yang tinggal di kota ini, dan jika lebih banyak masjid dibangun, akan lebih mudah untuk melakukan acara khusus untuk umat Islam.

 

http://iqna.ir/fa/news/3805872

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\