IQNA

IQNA:
21:28 - October 15, 2019
Berita ID: 3473521
IRAN (IQNA) - Kekeliruan media Barat yang memaparkan tentang Islam telah memicu peningkatan Islamofhobia dan penganiayaan terhadap Muslim di negara-negara ini, tetapi hal ini tidak mencegah peningkatan jumlah mualaf yang masuk Islam.

Menurut laporan IQNA, di negara-negara Barat, jumlah Muslim semakin meningkat. Di negara-negara ini, terlepas dari adanya hawa Islamofhobia dan diskriminasi terhadap Muslim, orang-orang menjadi lebih ingin tahu tentang agama Islam, yang kebanyakan mereka meneliti dan mengkaji tentang Islam dan akhirnya memeluk Islam. Beberapa orang, seperti orang kulit berwarna dan orang miskin, juga memeluk agama Islam karena frustrasi mereka dengan penindasan dan diskriminasi yang sedang dipraktikkan di negara-negara Barat. Situs berita www.onepathnetwork.com telah merilis laporan terkait hal ini yang hasilnya adalah sebagai berikut:

Populasi Muslim di negara-negara Barat berkembang dengan pesat. Alasan utama peningkatan populasi ini adalah migrasi dan tingkat kelahiran yang tinggi di kalangan umat Islam. Kendati demikian, jumlah mereka yang memeluk Islam di negara-negara ini juga tinggi. Tendensi terhadap Islam saat ini tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan agama-agama lain di dunia, yang mungkin mengejutkan beberapa orang. Di Amerika, sebagian besar populasi Muslim (sekitar sepertiga dari mereka) adalah orang Afrika-Amerika. Tentu saja, sejumlah besar orang kulit putih Amerika juga telah masuk Islam.

Peningkatan Signifikan Populasi Islamis di Dunia

Menurut Pew Research Center, Amerika, Islam saat ini memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan agama-agama lain di dunia. Saat ini ada sekitar 1,8 miliar Muslim di dunia, yang membentuk sekitar seperempat dari populasi dunia, dan Islam adalah agama terbesar kedua dalam hal jumlah pengikut setelah agama Kristen. Namun, diperkirakan bahwa pada pertengahan abad ke-21 (sekitar 2050), Islam akan menjadi agama terpadat di dunia. Ini juga karena tingkat kelahiran Muslim dan peningkatan para mualaf.

Tabel berikut menunjukkan persentase perubahan populasi di antara penganut agama yang berbeda yang menunjukkan bahwa Islam memiliki pertumbuhan populasi tertinggi di antara semuanya.

Peningkatan Tendensi terhadap Islam di Negara-negara Barat Meskipun Ada Islamofhobia

Dari hal aspek kehadiran Muslim di dunia, sekitar 60 persen populasi Muslim tinggal di negara-negara Asia (kecuali Timur Tengah) dan sisanya berada di Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat.

Peningkatan Tendensi terhadap Islam di Negara-negara Barat Meskipun Ada Islamofhobia

Alasan Peningkatan Tendensi terhadap Islam

Adapun sebab peningkatan para mualaf baru, perlu dicatat bahwa populasi Muslim sangat beragam dan tersebar di seluruh dunia. Ada banyak penelitian yang mengevaluasi alasan mengapa kebanyakan orang Barat masuk Islam, yang mana disini memberikan informasi tentang survei yang dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, dan di tempat lain.

Terlepas dari banyaknya propaganda negatif tentang Islam yang mereka kenalkan sebagai agama kekerasan dan militan, banyak orang menemukan kedamaian dan rekonsiliasi dalam Islam dan semakin banyak mereka meneliti tentang itu, mereka semakin menemukan keyakinan bahwa keyakinan mereka ini bertentangan dengan kenyataan. Menurut sebuah studi dari University of Cambridge yang melakukan wawancara dengan seorang wanita, wanita tersebut mengatakan dirinya telah masuk Islam dikarenakan perdamaian dan stabilitas muslim, meskipun mereka mengalami kesulitan.

Alasan berikutnya peningkatan tendensi terhadap Islam di negara-negara Barat adalah bahwa banyak orang setelah meneliti Islam, mereka menemukan bahwa prinsip-prinsipnya sederhana dan rasional. Ini adalah salah satu faktor terpenting yang membedakan Islam dari agama lain. Seseorang yang menjadi seorang Muslim menghadapi perintah-perintah yang sederhana dan jelas, seperti para pengikut Islam harus percaya pada Tuhan dan Nabi Muhammad, salat lima kali sehari, memberikan zakat, berpuasa dan melakukan haji.

Alasan utama lain tendensi terhadap Islam adalah keteraturan yang ada di dalamnya. Islam memberikan pedoman yang memberikan disiplin bagi individu dan masyarakat.

Peningkatan Tendensi terhadap Islam di Negara-negara Barat Meskipun Ada Islamofhobia

Propaganda negatif tentang peran wanita dalam Islam tidak mampu menghalangi tendensi wanita untuk mengadopsi agama ini. Banyak yang dipengaruhi oleh propaganda media tentang Islam, berpikir bahwa Islam telah menindas perempuan karena hijab. Padahal, Islam adalah agama pertama yang mengembalikan hak-hak perempuan sejak dari 1400 tahun yang lalu dan mencegah mengubur mereka secara hidup-hidup di zaman jahiliah.

Selain itu, ada persentase tinggi mualaf di antara para tahanan. Ketika orang sangat membutuhkan dan putus asa, pada umumnya mereka berlindung agama laksana jalan keselamatan. Banyak yang dipenjara sekarang ini membaca dan memahami Alquran dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Waktu sendirian di penjara memberi tahanan kesempatan untuk merenungkan kesempatan ini dan berpikir serta mendalami tindakan dan metode gaya hidup mereka.

Demikian juga dalam Islam, setelah memeluk Islam dan mengucapkan dua kalimat Syahadat, serta bertaubat dari kesalahan masa lalu, dosa masa lalunya diampuni, yang juga menjadi dasar untuk tendensi masuk Islam.

Alasan lain bagi orang untuk menjadi Muslim adalah pertemuan mereka dengan Muslim lainnya. Dalam Islam, rasa hormat, kebaikan dan pengampunan adalah termasuk nilai-nilai inti yang harus dijunjung setiap orang. Ketika ditanya tentang alasan pertobatan mereka, banyak para mualaf mengatakan bahwa mereka telah berjumpa dan bertemu dengan Muslim yang memiliki nilai moral yang sangat baik, yang sangat kontras dengan apa yang dikatakan media. Ini membuat mereka lebih banyak meneliti tentang Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

Ketika seorang Muslim Amerika ditanya mengapa orang Afrika-Amerika memeluk Islam, ia memaparkan sejumlah alasan sebagai berikut: sejumlah diskriminasi terhadap kita membuat Islam semakin menarik karena itu adalah cara untuk mengatakan tidak pada budaya yang tidak menghargai nilai-nilai bagi kita. Dari sudut pandang sosiologis, salah satu alasannya adalah mereka yang mendiskriminasi kita adalah orang Kristen. Faktor lain yang membuat saya tertarik pada Islam adalah cara dan keteraturan Islam. Masyarakat kita runtuh karena kurang disiplin. Ada juga faktor ketiga yang mungkin tidak ada seorangpun menjelaskan pelbagai argumen secara eksplisit, tetapi sangat penting menurut saya dan itu adalah Islam menyiapkan pengalaman mengubah agama seseorang dan kesempatan untuk menjalani kehidupan baru untuk seseorang, tanpa harus mengaku dosa dan keselamatan darinya.

Islam memberi tahu orang-orang bahwa mereka tidak perlu mengaku dosa-dosa. Satu-satunya yang mereka butuhkan adalah mengikuti perintah-perintah Tuhan yang menuntun mereka ke surga Firdaus. Inilah yang ingin didengar oleh kebanyakan orang-orang normal.

 

https://iqna.ir/fa/news/3848558

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\