IQNA

20:44 - October 16, 2019
Berita ID: 3473524
MANILA (IQNA) - Markas dialog lintas agama Manila mengapresiasi kegiatan atase kebudayaan Iran di Manila di bidang dialog dalam sebuah acara yang dihadiri oleh atase kebudayaan Iran di Gereja Mormon Manila.

Menurut laporan IQNA dari Filipina, anggota markas dialog lintas agama Manila dengan berkoordinasi dengan anggota organisasi uni Manila (Uni Harmoni Patner Manila) dalam sebuah acara resmi di kantor pusat Gereja Mormon Filipina, menyelenggarakan program perpisahan dan misi Mohammad Jafari Malek, atase kebudayaan Iran di Manila dan mengapresiasi sejumlah upaya dan aktivitas atase kebudayaan Iran di Manila dan Tandis Taghavi, istrinya di bidang dialog antar agama.

Pada acara tersebut, anggota markas dialog lintas agama Manila, yang dipimpin oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, Kardinal Manila dan Wakil Paus Francis, dengan mempersembahkan papan penghargaan, juga mengapiresiasi kehadiran tiga tahun atase kebudayaan di markas ini.

Di awal acara, Pablito Abad Baybado, sekretaris markas dialog lintas Agama Manila dan presenter program dengan mengucapkan selamat datang kepada para peserta mengungkapkan: "Kehadiran Atase Kebudayaan Iran di tengah-tengah anggota markas dialog lintas agama Manila sangat membantu dan efektif serta selama tiga tahun terakhir aktivitasnya, kegiatan markas ini belum pernah terjadi sebelumnya selama 10 tahun.

Kami Mengapresiasi Kegiatan Keluarga Atase Kebudayaan Iran

Dia menambahkan: Mohammad Jafari Malek dan istri serta anak-anaknya telah hadir secara kontinu di semua pertemuan, kegiatan ilmiah dan budaya serta pameran kantor pusat, dan beberapa pertemuan telah diselenggarakan oleh mereka di atase kebudayaan Iran di Manila. Dengan melihat kegiatan ini, ada ruang untuk mengapresiasi mereka dan program ini juga telah diadakan karena hal ini.

Kemudian Pastor Carlos Reyes, penanggung jawab dialog lintas agama gereja Katolik Manila, mengatakan: "atase kebudayaan Iran di Manila memamerkan seni kaligrafi dalam program-programnya, sebuah seni yang menakjubkan, yang belum pernah kita lihat sebelumnya."

Dia menambahkan: seniman kaligrafi Iran, Tandis Taghavi telah melakukan kinerja luar biasa di bidang kaligrafi selama hampir tiga tahun selama tinggal di Filipina, termasuk kaligrafi persamaan kitab-kitab agama Ibrahim. Dia juga menulis papan Asmaul Husa yang mencakup nama-nama Allah dalam Alquran dan menghadiahkannya kepada saya.

Pastor Carlos Reyes menekankan: “Kehadiran atase kebudayaan Iran dengan keluarga dalam program-program di Filipina menunjukkan pentingnya peran keluarga, dan itu adalah sebuah pelajaran bagi kita. Selama tiga tahun atase kebuayaan Iran ini telah menjadi rumah kami, dan di markas ini, kami mengenal sambutan hangat dan baik keluarga ini, kami telah mengenal seni perempuan Iran dalam keramahan dan wajah sejati Muslim, dan masalah perpisahan ini dengan mereka lebih sulit, tetapi saya yakin persahabatan ini akan terus berlanjut dan saya berharap akan bertemu atase kebudayaan dan keluarganya di Iran.”

Markas Dialog Agama Manila Mengapresiasi Atase Kebudayaan/ Atase Kebudayaan; Rumah Kedua Masyarakat Filipina

Pidato Mohammad Jafari Malek, Atase Kebudayaan Iran di Manila dalam Perayaan Usainya Misi di Gereja Mormon Filipina

Mohammad Jafari Malek, atase kebudaya Iran di Manila, mengatakan: “Saya sangat senang telah melakukan salah satu tugas utama saya dengan Anda dalam perjalanan misi saya, dan saya menganggap itu adalah berkah dari Tuhan dimana, kami telah melakukan banyak pertemuan yang baik untuk mengenal kesamaan agama, di samping Anda semua.

Perlunya Upaya Sebanyak Mungkin untuk Persahabatan Antar Agama

Atase Kebudayaan Iran di Manila menambahkan: “Saya memanfaatkan kesempatan ini dan berterima kasih atas kerja sama dan dukungan Kardinal Tagle, Pastor Reyes dan Dr. Pablito  Baybado atas semua dukungan dan koordinasi mereka dalam mengadakan beberapa pertemuan Dialog Keagamaan di tempat atase dan saya mengapresiasi gereje Mormon dikarenakan menjadi tuan rumah perpisahan hari ini dan saya berharap bahwa dengan mengadakan pertemuan ini sebanyak mungkin, kami akan melangkah menuju perdamaian dan persahabatan dengan semua agama.”

Lebih lanjut, Tandis Taghavi, istri atase kebudayaan Iran di Manila mengatakan: “Saya berterima kasih kepada Allah swt atas lutf dan nikmat-Nya yang tak terhitung jumlahnya, pengetahuan akan esensi kebenaran termanifestasikan melalui seni suci kaligrafi, dan hati Anda yang tulus dan jujur ​​ saudara-saudari yang religious telah mengikat kami.”

Markas Dialog Agama Manila Mengapresiasi Atase Kebudayaan/ Atase Kebudayaan; Rumah Kedua Masyarakat Filipina

Tandis Taghavi, istri Atase Kebudayaan Iran di Manila tengah berpidato di acara perpisahan

“Saya sangat bahagia dan bersyukur atas ungkapan perasaan tulus Anda, tetapi saya ingin menekankan bahwa keberhasilan kita masing-masing dalam kehidupan adalah merupakan karunia dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan, dan kemudian banyak faktor seperti orang tua dan keluarga, tempat di mana kita dilahirkan, semua pengajar kita, teman-teman yang santai dengan kami, dan semua orang yang kami temui adalah faktor untuk membawa kami ke tingkat ilmiah, spiritual, dan artistik seperti sekarang ini,” imbuhnya

Menjelaskan Riwayat Nabi Isa as

Tandis Taghavi menyatakan: Janganlah kita lupa bahwa kita manusia terpisahkan dari asal dirinya dan harus berusaha untuk naik ke posisi asli kita, yaitu, bertemu dengan zat yang hak, saya ingin mengisyaratkan sebuah riwayat yang dikaitkan dengan nabi Isa as; "Hidup adalah jembatan, lewati saja, tapi jangan membangun rumah di atasnya."

Dia juga mengatakan: "Dengan sambutan hangat Anda, perpisahan dan penghargaan Anda serta saling pengertian Anda tentang agama, budaya dan seni, telah menyinari hari-hari hijrah dari tanah air kami penuh dengan kedamaian. Saya yakin bahwa Tuhan yang menghubungkan hati-hati kita melalui "Dialog Lintas Agama dengan Bahasa Seni" akan menjaga jalur hijau, jelas dan abadi ini serta ikatan kekal kita.”

Markas Dialog Agama Manila Mengapresiasi Atase Kebudayaan/ Atase Kebudayaan; Rumah Kedua Masyarakat Filipina

Perempuan Iran ini di penghujung berkata: "Kata-kata terakhir saya kepada Anda, cendekiawan Muslim dan Kristen, dan kalian kawula muda, adalah bahwa misi kami lebih dari sebelumnya di zaman modern Kapitalisme, ketidakpercayaan terhadap dunia media dan kebutuhan akan dialog yang jujur dan langsung serta hari ini semangat dunia membutuhkan pencarian kebenaran dan solidaritas lebih dari sebelumnya.”

 

https://iqna.ir/fa/news/3849919

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\