IQNA

10:29 - October 23, 2019
Berita ID: 3473539
INDONESIA (IQNA) - Pertemuan ilmiah "Peran Akademisi dalam Menciptakan Persatuan dan Konvergensi di kalangan Muslim" diadakan di STIFI Sadra, Indonesia.

Menurut laporan IQNA dilansir dari humas universitas mazhab Islam, Hujjatul Islam Mohammad Hossein Mokhtari, Kepala Universitas mazhab-mazhab Islam, menyatakan di awal pertemuan bahwa Nabi Muhammad (saw) mendirikan Ummat Wahidah berdasarkan ajaran-ajaran wahyu Islam, dengan mengatakan: "Sejatinya, Nabi Muhammad (saw) berdasarkan pada ayat "Innamal Mukminun Ikhwah (sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara)” di permulaan Islam  di Madinah, melaksanakan perjanjian persaudaraan dan kesetaraan antara para sahabat dan masyarakat, dan dengan kepercayaan pada persaudaraan, berusaha untuk mendirikan dan membentuk umat Islam.

Dia menambahkan, Nabi Muhammad (saw) mengalami banyak kesulitan dan kesukaran serta berupaya dan bersungguh-sungguh untuk mencegah perpecahan di antara umat Islam serta menciptakan masyarakat Islam yang bersatu dan pemerintahan dengan umat persatuan Islam dengan satu umat Islam, agar berada di bawah panji-panji tauhid umat muslim mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan.

Mengacu pada sejumlah ayat tentang persatuan antara agama tauhid, Kepala Universitas Agama-agama Islam menyatakan: “Ayat-ayat ini mendorong semua orang untuk memiliki logika dan moto yang sama: dan itu adalah moto tauhid dan ibadah, tidak membungkuk pada penjajahan dan bersenang-senang pada penderitaan orang lain.”

Mokhtari menyatakan: “Kita hari ini hidup dalam masyarakat di mana ada banyak hambatan dan rintangan untuk menciptakan persatuan di kalangan masyarakat Islam dan tidak boleh mengabaikan peran arogansi global, karena para musuh berusaha untuk menciptakan perpecahan, hasutan, pertikaian dan perseteruan di antara umat Islam.”

Dia menambahkan: “Pemimpin tertinggi hari ini mengatakan bahwa gerombolan ekstremis dengan mengatasnamakan Islam berusaha untuk menodai citra Islam dan harus dikonfrontasi. Dalam hal ini, para sarjana, akademisi, dan mahasiswa memiliki misi dan tanggung jawab besar dalam memberi informasi kepada masyarakat dan menunjukkan cara Islam yang benar serta menghilangkan kebodohan dan prasangka, guna menyelamatkan masyarakat dari kegelapan intelektual, kebodohan, prasangka, dan keegoisan.”

“Jika kita menempuh jalan ini, peradaban Islam baru yang ditekankan oleh pemimpin tertinggi akan terwujud dalam masyarakat, artinya kita semua harus berjuang untuk pengembangan komprehensif masyarakat Islam,” tegas Mokhari.

Mokhtari berkata: Peradaban modern Islam bergantung pada etika agama, dengan demikian, itu dinamis, booming, dan bersemangat, berwawasan luas dan rasional serta membawa masyarakat menuju keselamatan.

 

https://iqna.ir/fa/news/3851627

Kunci-kunci: Indonesia
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\