IQNA

16:14 - December 26, 2019
Berita ID: 3473777
INDIA (IQNA) - Statistik Gallup menunjukkan bahwa penghasilan rumah tangga Muslim India lebih rendah dari etnis lain dan mencari nafkah dengan sukar.

Menurut laporan IQNA, pergolakan baru-baru ini dalam demokrasi terbesar di dunia tentang perubahan undang-undang kewarganegaraan negara ini dan kasus Masjid Babri sekali lagi telah meningkatkan sensitifitas terhadap bentrokan etnis dan agama di sebuah negara yang berkali-kali dilanda kekacauan agama dan pembantaian berdarah religi.

India secara harfiah adalah jumlah keragaman dan kemajemukan, dengan populasi lebih dari satu miliar orang, yang menampung hampir semua agama Ilahi dan agama buatan manusia. Populasi yang beragam dan multikultural ini, sebagian besar, telah memublikasikan isu-isu seperti kesetaraan dan solidaritas oleh negarawan dan penguasa, dan orang-orang ini sepanjang sejarah mencoba untuk menyatukan komunitas yang sangat beragam ini, terlepas dari semua konflik etnis dan agama.

Klaim tersebut dapat dilihat sepenuhnya dalam konstitusi India. Konstitusi ini adalah konstitusi tertulis terpanjang di antara semua negara independen di dunia, yang terdiri dari 395 pasal, 12 lampiran dan dua 83 amendemen, di mana India diperkenalkan sebagai republik yang demokratis yang menjamin keadilan, kesetaraan dan kebebasan bagi warga negaranya.

Misalnya, Pasal 29 Konstitusi India menyatakan: Tidak ada warga negara, karena alasan seperti agama, ras, kelas sosial, bahasa, dan sejenisnya, tidak mendapatkan penerimaan di lembaga pendidikan yang didukung pemerintah atau menerima bantuan pemerintah. Pasal 30 Konstitusi secara eksplisit menekankan hak-hak minoritas dan menyatakan bahwa semua minoritas linguistik atau agama akan memiliki hak untuk mendirikan dan mengelola lembaga pendidikan mereka sendiri.

Muslim India

Dari tahun 1961 hingga 2011, populasi Muslim India hampir dua kali lipat, dan ini memiliki efek mendalam pada berbagai aspek di India. Dengan ini semua, minoritas yang tumbuh ini menghadapi lebih banyak kekurangan ekonomi daripada orang India dari kelompok agama lain. Menurut Dewan Nasional untuk Riset Ekonomi Terapan di India, umat Islam cenderung hidup di bawah garis kemiskinan lebih dari minoritas India lainnya. Data Gallup menunjukkan bahwa umat Islam di negara ini kurang puas dengan kehidupan mereka daripada orang Hindu atau orang lain. Standar kehidupan muslim sedang atau bahkan lebih memburuk.

Menilik Kondisi Budaya dan Ekonomi Muslim India

Statistik Gallup menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga Muslim India juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan minoritas Hindu lainnya. 47% Muslim mengatakan hidup dengan pendapatan keluarga mereka saat ini sulit atau sangat sulit dibandingkan dengan umat Hindu dan agama lain.

Sebuah laporan pada tahun 2006 tentang situasi sosial, ekonomi dan pendidikan komunitas Muslim India, yang disiapkan oleh Rajinder Sachar, seorang ahli hukum India terkemuka dan disajikan kepada Perdana Menteri India saat itu, Manmohan Singh, menunjukkan kurangnya pendidikan dan melek huruf di kalangan Muslim dalam kemiskinan mereka sangat efektif. Laporan itu mengatakan bahwa menerima layanan pendidikan adalah masalah serius bagi komunitas Muslim negara itu. Akses ke pendidikan, terutama di seluruh India, tidak terlalu banyak, tetapi Muslim India pendidikan mereka lebih cenderung pada pendahuluan atau kurang dibandingkan Hindu.

Kemiskikan Ekonomi Muslim

Kekerasan historis terhadap Muslim dan minoritas lainnya telah menyebabkan populasi Muslim India menghadapi beberapa bentuk pemisahan lokal oleh pemerintah. Ini dimulai pada pertengahan 1970-an dan kekerasan India terhadap Muslim terus berlanjut selama beberapa dekade, yang puncaknya adalah pembongkaran masjid Babri pada tahun 1992.

Di beberapa kota besar, umat Islam memisahkan lingkungan mereka dari agama-agama lain, seperti Hindu, tetapi ini membuat lingkungan minoritas menjadi sasaran Hindu fanatik. Jenis lingkungan ini dapat ditemukan di Mumbai, Delhi, Calcutta dan banyak kota di Gujarat. Meningkatnya kehidupan di lingkungan ini telah meningkatkan kemiskinan di kalangan Muslim karena kurangnya interaksi budaya antara Muslim dan Hindu.

Menilik Kondisi Budaya dan Ekonomi Muslim India

Peluang menemukan pekerjaan dan akses pendidikan yang sesuai di lingkungan ini sangatlah sedikit dan hasil kurangnya peluang ekonomi dan pendidikan yang secara umum, memperkuat stereotip tentang Muslim di masyarakat India. Di sisi lain, kemiskinan dan buta huruf ini akan mengubah umat Islam menjadi kelompok-kelompok ekstremis dan pada akhirnya akan menyebabkan hilangnya umat Islam dan seluruh India.

 

https://iqna.ir/fa/news/3865175

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\