IQNA

Inovasi Corona di Dunia;
16:38 - April 27, 2020
Berita ID: 3474168
TEHERAN (IQNA) - Liburan sekolah di Tajikistan, pemogokan para dokter di Pakistan karena kurangnya peralatan di Punjab, demonstrasi anti-karantina di Jerman dan peningkatan para korban di India termasuk dari berita-berita paling penting yang sampai tentang virus Covid-19 di dunia.

Semua Sekolah di Tajikistan Libur 

Kementerian Pendidikan dan Sains Tajikistan mengumumkan di situs resminya bahwa semua sekolah dan taman kanak-kanak akan diliburkan untuk mencegah berjangkitnya virus corona yang di mulai hari ini, 27 April hingga 10 Mei.

Keputusan ini dibuat pada pertemuan Markas Nasional Tajikistan untuk mencegah berjangkitnya virus corona, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Qaher Rasoulzadeh. Keputusan ini tidak berlaku untuk pusat pendidikan tinggi dan universitas.

Dari Pemogokan Para Dokter di Pakistan hingga Demonstrasi di Jerman

Peningkatan Angka Kematian di India

Data korban yang tewas karena virus Corona di India telah meningkat menjadi 824 orang. Demikian juga, jumlah kasus yang positif terinfeksi juga meningkat menjadi 26.496, dan Departemen Kesehatan telah mengumumkan jumlah total kasus, termasuk 111 warga negara asing.

Semua Sekolah  di Tajikistan Libur 

Kementerian Pendidikan dan Sains Tajikistan mengumumkan di situs resminya bahwa semua sekolah dan taman kanak-kanak akan diliburkan untuk mencegah berjangkitnya virus corona yang di mulai hari ini, 27 April hingga 10 Mei.

Data korban yang tewas telah meningkat menjadi 45 orang dan sejak masa pembaruan terakhir dari Kementerian Intelijen pada Sabtu malam, jumlah total korban telah mencapai 1.554 orang. Departemen Luar Negeri mengatakan 5.803 orang dirawat sudah sembuh dan dipulangkan serta seorang pasien telah beremigrasi.

Dari Pemogokan Para Dokter di Pakistan hingga Demonstrasi di Jerman

Penyebaran virus di India telah menyebabkan sejumlah jamaah shalat secara terbatas melaksanakan ibadah ini di Masjid Kashmir. Demi mencegah penyebaran corona, kaum Muslim Kashmir tahun ini tinggal di rumah.

Aksi Mogok Makan Para Dokter di Pakistan

Sekelompok dokter dan perawat di provinsi Punjab Pakistan melakukan mogok makan untuk memprotes kurangnya fasilitas rumah sakit. Salman Haseeb, juru bicara staf protes, mengatakan: "Kami berada di garis depan bahaya, dan tidakadanya perlindungan kepada kami berarti mengancam kehidupan seluruh masyarakat."

Berita tentang aksi protes ini diumumkan pada hari Sabtu, 25 April. Haseeb mengatakan pemogokan akan terus berlanjut hingga pemerintah menanggapi tuntutan komunitas medis. Dia menempatkan jumlah perawat dan dokter yang mogok di Punjab sekitar 30 orang dan perlu diingatkan bahwa dia sejak 16 April belum menyentuh makan apa pun.

Dari Pemogokan Para Dokter di Pakistan hingga Demonstrasi di Jerman

Di Pakistan, 12.000 kasus telah dicatat dan dinyatakan positif terjangkit virus corona, setengah dari mereka tinggal di Punjab. Staf medis negara bagian ini telah mengeluh tentang kurangnya barang-barang pelindung selama berminggu-minggu. The Associated Press melaporkan bahwa 50 dokter yang diduga menginginkan peralatan keselamatan,  pada permulaan April ditangkap di Quetta.

Di Tiongkok Sehari Berlalu tanpa Korban

Rumah sakit-rumah sakit di kota Wuhan, Cina, tempat kelahiran virus baru corona di dunia, sekarang tidak lagi memiliki pasien yang terjangkit dengan virus tersebut. Pejabat kesehatan di provinsi itu kemarin 26 April mengumumkan, bahwa semua pasien yang terjangkit dengan Qovid-19 telah dipulangkan dari rumah sakit kota itu. Para pejabat di pemerintah pusat Cina telah mengakhiri karantina di Wuhan setelah hampir dua setengah bulan.

Dari Pemogokan Para Dokter di Pakistan hingga Demonstrasi di Jerman

Protes terhadap Karantina di Jerman

Polisi Jerman pada hari Sabtu, 25 April di sela-sela demonstarsi menangkap 100 orang yang menentang pemberlakuan karantina. Sekitar seribu orang telah ikut serta dalam protes terhadap pembatasan yang diberlakukan karena wabah virus baru corona di Berlin.

Dari Pemogokan Para Dokter di Pakistan hingga Demonstrasi di Jerman

Sejumlah peserta memakai pakaian yang bertulisakan slogan melawan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Mereka menuduh Kanselir Jerman yang "melarang menjalani kehidupan."

Polisi mengatakan alasan penangkapan para demonstarn adalah kurangnya menjaga jarak sosial.(hry)

 

3894414

Kunci-kunci: Inovasi Corona
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\