IQNA

IQNA:
9:52 - August 10, 2020
Berita ID: 3474484
TEHERAN (IQNA) - Penyebaran corona mempengaruhi banyak bisnis, kegiatan dan acara di seluruh dunia, dan pusat hafalan dan tilawah Alquran tidak terkecuali dari hal ini dan merasakan ruang online.

IQNA melaporkan, sejak hari-hari pertama wabah corona, banyak pekerjaan, aktivitas, dan acara di seluruh dunia terpengaruh oleh pandemi mematikan ini, dan pusat pelatihan hafalan dan tilawah Alquran tidak terkecuali dengan hal ini dan merasakan ruang online. Sejumlah aktivitas ini masih terus berlanjut, dan memiliki peminat tersendiri.

Dalam sebuah laporan, Alkhaleej online menulis, di negara-negara Arab, terutama di Teluk Persia, di mana Covid merebak pada 19 Februari 2020, otoritas lokal menutup masjid, sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan, serta memberlakukan larangan umum dan parsial untuk menghadang penyebaran penyakit tersebut.

Sejumlah pusat dan komunitas khusus Alquran di negara-negara Arab di Teluk Persia bekerja secara ekstensif untuk edukasi hafalan dan tilawah Alquran, karena sebagian besar penduduk negara-negara ini adalah Muslim dan pecinta ayat-ayat wahyu. Penutupan pusat-pusat Alquran akibat corona membatasi aktivitas sentra-sentra tersebut dan juga berdampak negatif, yaitu pudarnya kehadiran fisik para peserta, namun persoalan ini tidak berlangsung lama karena pusat-pusat tersebut melanjutkan aktivitas-aktivitasnya secara online dan meluncurkan program-programnya di jejaring sosial seperti YouTube, Facebook dan Telegram. Banyak pelajar Alquran tertarik pada kursus ini dan pusat Alquran online untuk mempelajari kaidah ilmu Tajwid dan Ulumul Quran dengan cara baru dan jauh dari suasana tradisional.

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

Kementerian Pendidikan negara-negara Teluk Persia juga beralih ke sistem pendidikan jarak jauh akibat corona, agar pendidikan tidak libur dan tidak membuang waktu dengan mudah bagi siswa untuk belajar, sistem ini juga memasukkan ajaran Alquran.

Pasca corona, kelas-kelas Alquran telah dan masih diadakan di seluruh dunia, tetapi metode online kelas-kelas ini juga memiliki masalah, dan pelajar Alquran yang berusaha mempelajari tilawah sepuluh (sepuluh qiraat Alquran) tidak dapat dilatih sebagaimana mestinya. Karena qiraat-qiraat ini membutuhkan kehadiran fisik lebih dari apa pun dan harus diadakan dalam suasana di mana guru membaca ayat-ayat dan siswa Alquran mengulanginya beberapa kali dan dengan mudah mempelajari cara yang benar dalam menjalankan qiraat.

Arab Saudi dan aktivitas online Haramain al-Syarifain

Direktorat Jenderal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (saw) adalah salah satu lembaga lain yang tidak tertinggal dari karavan penyelenggara kelas Alquran online setelah corona dan memulai kegiatan-kegiatannya pada awal Juli 2020 dan mengadakan kursus musim panas intensif untuk menghafal dan mengulang ayat-ayat Alquran. Program ini dilaksanakan dengan sistem jarak jauh Haramain al-Syarifain yang disebut "Rumah Qiraat Internet untuk Pendidikan Alquran".

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

Ghazi Al-Dhubiani, direktur departemen urusan Alquran dan buku Masjidil Haram, mengatakan: “Kelompok sasaran dalam program ini adalah para pelajar yang tertarik untuk meningkatkan ilmu Alqurannya dalam menghafal dan mengulang ayat-ayat, membenarkan dan memperkuat tilawah, hafalan dan membaca kembali Alquran, dari pembahasan-pembahasan yang diikuti dalam kursus ini”.

Emirat dan Edukasi Sistem Alquran Online

Di UEA, terutama di Sharjah, lampu-lampu kursus Alquran belum padam pada periode pasca corona, dan lembaga Alquran dan sunnah Nabawi Sharjah telah beralih ke pendidikan jarak jauh. Edukasi ini dimulai sejak Juli 2020 dan mendapatkan sambutan luas dari para pelajar yang berminat menghafal dan mempelajari kaidah-kaidah tajwid.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan UEA telah mulai melatih lebih dari 300 orang untuk menjalankan sistem edukasi online dan dari jarak jauh di pusat hafalan Alquran di seluruh negeri, dan orang-orang ini adalah staf Dewan Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA dan diputuskan edukasi-edukasi yang mereka terima, akan dijalankan di pusat hafalan Alquran di seluruh UEA.

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

Program edukasi intensif direncanakan untuk grup ini, dan Kementerian Wakaf UEA mengumumkan: Program ini dimulai pada 12 Juli dan akan berlangsung hingga satu bulan.

Palestina dan Pendidikan Online Internasional

Corona bukanlah halangan bagi pelajar yang tertarik untuk menghafal Alquran di Jalur Gaza, dan meskipun krisis pandemi ini menutup masjid dan kelas-kelas Alquran, namun belajar Alquran tidak berhenti dan ruang dan alat online baru membantu, dan Zoom, WhatsApp, Facebook, dll digunakan agar hubungan mereka yang tertarik dengan kalam wahyu Ilahi tidak terputus dan interaksi antara pelajar dan guru Alquran terus berlanjut.

Bilal Emad, Direktur Jenderal Darul Quran dan Sunnah Jalur Gaza, mengatakan: “Pengalaman menghafal jarak jauh kembali ke Pusat elektronik edukasi qirat Alquran,, yang memulai aktivitasnya pada 2015 di Darul Quran untuk menjadi pusat pengajaran ilmu-ilmu Alquran ke dunia luar dari Palestina dan Muslim dari seluruh dunia.”

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

Dia menambahkan: Ada 50 guru Alquran di pusat elektronik Alquran ini dan 75 negara di dunia menggunakan programnya. Sebelum Corona, kegiatan pusat ini terkonsentrasi di luar Palestina, tetapi karena penutupan masjid dan penutupan program Alquran, kami berlindung di dalam pusat ini dan terus melanjutkan edukasi tilawah, tajwid, Ulumul Quran dan sunnah di pusat ini.

Kampanye Tilawah di India

Tahun ini, karena covid-19, kampanye spiritual tilawah Alquran India ke-30 diadakan secara online dari tanggal 10 hingga 28 Ramadan.

Para Qori dari Madinah, Najaf Asyraf, Universitas Al-Azhar di Kairo, Indonesia, Nigeria, Inggris, Iran, Afganistan dan negara-negara lain berpartisipasi dalam kampanye tersebut dan membaca ayat-ayat Alquran secara bersamaan dari jam 11 malam hingga jam 1 pagi keesokan harinya. Tilawah-tilawah program ini dapat disaksikan secara live di jejaring sosial Instagram, Facebook, dan YouTube.

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

Demikian juga, di bulan Ramadan tahun ini, karena corona, edukasi jarak jauh dan virtual hafalan tematik Alquran dan tartil khusus untuk mahasiswa dan pelajar India diadakan oleh jamiah al-Musafa (saw) al- Alamiah dan Sayyid Abul Fadhl Hakimi, hafiz, pengajar dan direktur lembaga Al Rasul mengajar di dalamnya.

Kursus ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan pelajar India dan kota-kota seperti Delhi dan Mumbai, yang dilakukan oleh Jamiah al-Mustafa (saw) al-Alamiah dan dengan menggunakan messenger seperti Telegram dan WhatsApp. (hry)

Pasca Corona dan Pusat-Pusat Alquran Online di Dunia

3914471

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\