IQNA

8:44 - November 30, 2020
Berita ID: 3474822
TEHERAN (IQNA) - Gubernur provinsi Cagayan Filipina di majelis senat, dengan menyampaikan laporan tentang situasi keamanan, perdamaian dan ketenangan di wilayahnya, mengklaim bahwa absennya Muslim di wilayah tersebut di bawah pengaruhnya telah berkontribusi pada perdamaian dan ketenangan ini.

The Philippine Star melaporkan, pernyataan ini dilontarkan oleh Manuel Mamba, Gubernur Provinsi Cagayan, yang secara tidak langsung menyatakan bahwa Muslim adalah teroris dan suka kekerasan; memicu gelombang kemarahan dan protes rakyat terhadapnya.

Gelombang protes menyebabkan kantornya untuk meminta maaf atas pernyataan gubernur dan untuk membuktikan bahwa dia tidak bermaksud menghina umat Islam dan bahwa pernyataannya disalahtafsirkan.

Kantor gubernur dalam sebuah pernyataan, mengatakan: “Maksud Gubernur adalah tidak ada Muslim ekstremis di daerah di bawah pengaruhnya. Kantor tersebut melanjutkan, gubernur dalam rangka mendeskripsikan alasan  mengapa investor tidak takut untuk berinvestasi di daerah Cagayan dan ingin menekankan bahwa ekstremis tidak ada di daerah tersebut, sehingga investor telah berinvestasi di daerah tersebut tanpa rasa takut.”

Penanggung jawab kantor Gubernur melanjutkan bahwa gubernur mengakui dan menghormati kepercayaan umat Islam, bahkan pada awal pengabdiannya di wilayah ini, ia telah berupaya keras untuk mempekerjakan umat Islam.

Terlepas dari upaya kantor gubernur dalam menjelaskan permintaan maaf gubernur dan mengoreksi pernyataannya, Mujiv Hataman, wakil ketua parlemen, keberatan dengan pernyataan gubernur tersebut, dengan mengatakan bahwa gubernur sendiri, bukan penanggung jawab kantornya, harus menjelaskan dan menerangkan ucapannya. (hry)

 

3937973

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\