
“Selain para tokoh agama, sebuah badan amal bernama Volunteering Interfaith Partnership (VIP) juga telah berjanji kepada masyarakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mereka yang terkena dampak krisis biaya hidup,” menurut Iqna yang dikutip Telegraph and Argus.
Hafiz Imtiaz Mussa, dari Masjid-ur-Raashideen Heaton, berkata: “Natal kali ini, kita perlu memberikan dukungan kepada keluarga yang sangat kurang beruntung dan mengetengahkan Islam sejati, yang semuanya damai dan baik. Menurut ajaran Nabi Muhammad (saw), membantu yang membutuhkan, memberi makan yang lapar dan membantu yang sakit dalam Islam memiliki pahala terbesar di dunia dan akhirat.”
Pendiri VIP Dr Javed Bashir, mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan kekhawatiran keuangan tidak merusak Natal bagi keluarga Bradford. Musim perayaan bisa menjadi waktu yang mahal. Krisis biaya hidup berdampak besar pada orang-orang.
"Penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 10 warga Inggris khawatir dengan Natal tahun ini, jadi VIP berjanji bahwa komunitas agama selalu ada untuk mereka yang membutuhkan," kata Dr Javed Bashir.
Dr Javed Bashir mendorong masjid untuk membuka pintunya pada 25 Desember (Hari Natal) dan menawarkan makanan dan lingkungan yang hangat kepada orang-orang yang menanggung beban krisis. (HRY)