
“Ahsan Zahid, pengelola lembaga ini mengatakan, pintu, salah satu proyektor, dan beberapa televisi dirusak,” menurut Iqna, mengutip ABC13.
"Saat ini, kami mati rasa terhadap hal-hal ini karena kami sudah terbiasa dengan apa yang terjadi di sekitar sini, terutama setelah tempat ini menjadi sasaran serangan kebencian di masa lalu," kata Zahid.
Menurut Zahid, perusakan terakhir terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 21.30-20.15 waktu setempat.
Kamera pengintai telah mampu merekam momen ketika tersangka memasuki salah satu musalla dan merusak peralatannya. Tersangka melakukan hal yang sama di tempat salat wanita.
Zahid mengatakan ini adalah ketiga kalinya insiden seperti itu terjadi.
Polisi telah mengumumkan bahwa mereka telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut, tetapi masih terlalu dini untuk menyebut perusakan sebagai kejahatan rasial.
Zahid berkata bahwa jika motivasi di balik ini adalah untuk mencegah orang beribadah di tempat ini, saya kira mereka tidak akan mencapai tujuan mereka.
Kerusakan masjid ditaksir mencapai 30 ribu dolar. Dengan menolak penutupan Masjid Quba dan Institut Islam, Zahid mengatakan: “Pusat ini berencana memasang pagar dan lebih banyak kamera keamanan agar orang merasa aman untuk pergi ke tempat ini.” (HRY)