IQNA

Permintaan Para Pengungsi Rohingya untuk Pulang ke Negaranya

8:17 - January 03, 2023
Berita ID: 3477820
TEHERAN (IQNA) - Ribuan pengungsi Rohingya di Bangladesh menuntut untuk kembali ke negara mereka pada tahun 2023.

“Ribuan Muslim Rohingya berpartisipasi dalam pawai besar-besaran di sebuah kamp pengungsi di pantai tenggara Bangladesh dan menuntut kepulangan yang damai dan bermartabat ke tanah air mereka di Myanmar pada tahun 2023,” menurut Iqna, mengutip Al Jazeera.

Peserta pawai ini membawa spanduk bertuliskan: "2023 harus menjadi tahun kita pulang", "Rohingya ingin tersenyum di tahun 2023".

Mereka menyesalkan bahwa anak-anak mereka tumbuh di 33 kamp yang penuh sesak di Bangladesh, tanpa pendidikan dan pengasuhan, dalam kondisi yang tidak pasti untuk kembali ke rumah dengan damai dan bermartabat.

Para pemimpin pengungsi Rohingya meminta komunitas internasional untuk memberikan tekanan yang tepat kepada pemerintah Myanmar agar mereka dapat memperoleh kembali hak kewarganegaraan mereka dan kembali dengan selamat ke rumah mereka.

Menurut PBB, sejak 25 Agustus 2017, tentara Myanmar dan milisi Budha telah melancarkan serangan brutal dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Arakan, yang menurut organisasi tersebut telah membunuh ribuan dari mereka, membuat hampir satu juta orang mengungsi dan mereka terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

Pemerintah Myanmar menganggap pengungsi Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, sementara mereka diklasifikasikan oleh PBB sebagai minoritas yang paling teraniaya.

Menurut UNICEF, sekitar satu juta Muslim Rohingya saat ini tinggal di kamp pengungsian di kota Cook's Bazar, Bangladesh. (HRY)

 

4111331

captcha