IQNA

Pakar India:

Urgensi Peningkatan Ilmiah dan Epistemologis Umat Islam untuk Menghadapi Serangan Anti-Islam

12:53 - April 12, 2023
Berita ID: 3478253
TEHERAN (IQNA) - Penanggung jawab stan India di Pameran Alquran Internasional Teheran mengatakan: "Meningkatkan tingkat ilmiah dan pengetahuan umat Islam untuk menanggapi distorsi terhadap Alquran dan serangan anti-Islam adalah cara yang sangat tepat untuk menghadapinya."

Syed Mohammad Akhtar Razavi, mahasiswa PhD Jamiah al-Mustafa Al-Alamiyah dan penanggung jawab stan India di bagian internasional pameran Alquran, dalam sebuah wawancara dengan IQNA tentang karya-karya yang disajikan di stan India, mengatakan seperti yang Anda ketahui, India adalah negeri dengan berbagai agama, mazhab, dan bangsa, dan masing-masing negara ini memiliki bahasa mereka sendiri? Oleh karena itu, India memiliki banyak kapasitas untuk kegiatan Alquran, terutama di bidang penerbitan terjemahan dan makna Alquran dalam berbagai bahasa. India memiliki sekitar 30 bahasa resmi dan berbagai bahasa resmi di berbagai negara bagian. Mempertimbangkan keragaman linguistik ini, banyak langkah yang harus diambil di bidang penerjemahan dan pencetakan Alquran. Tahun ini, terjemahan Alquran telah disajikan dalam bahasa Hindi, Malayalam, Gujarat dan berbagai dialek bahasa India, termasuk Telugu.

Di penghujung, Syed Mohammad Akhtar Razavi mengisyaratkan pada tindakan pemerintah baru India. “Banyak pembatasan telah diberlakukan terhadap umat Islam, terutama pusat-pusat Muslim dan masjid telah dilanggar secara luas dengan dalih bahwa itu adalah pusat-pusat Hindu. Insiden terhadap Muslim di India, yang dapat dianggap terkait dengan Alquran, adalah sebuah serangan, dan salah satu orang yang, sayangnya, juga menganggap dirinya seorang Muslim, terpengaruh oleh propaganda anti-Islam dan mulai mendistorsi Alquran. Dia telah memilih 26 ayat dari Alquran dan mengklaim bahwa ayat-ayat ini, yang terkait dengan pembahasan Jihad melawan orang-orang kafir dan musyrik, berasal dari era wal Islam, dan dia telah menghadirkan sebuah Alquran baru dengan menghilangkan 26 ayat ini dan telah mengklaim bahwa Alquran ini adalah anti-terorisme.”

Ia mengatakan, tindakan yang dapat dilakukan terhadap distorsi tersebut adalah pertama-tama meningkatkan taraf keilmuan dan pendidikan umat Islam. Di sisi lain menekankan bahwa Alquran tidak terkait dengan waktu dan tempat tertentu. Meskipun pemahaman kita tentang tafsir Alquran bervariasi dari waktu ke waktu. Namun, meningkatkan literasi dan kesadaran umat Islam untuk menanggapi serangan terhadap mereka dan tidak terpengaruh oleh propaganda anti-Islam bisa menjadi cara yang sangat tepat untuk menghadapi tindakan tersebut. (HRY)

 

4132823

captcha