
Menurut Iqna, mengutip The Star, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa dalam percakapan virtual dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kedua belah pihak menekankan perlunya memperkuat hubungan bilateral.
Dalam postingan Facebook, Anwar mengumumkan bahwa dia juga membahas upaya Malaysia melawan Islamofobia dengan Erdogan. Dia mengutuk keras tindakan seperti itu yang dibenarkan oleh Barat dengan dalih kebebasan berbicara.
“Inilah mengapa Malaysia berencana untuk mendistribusikan satu juta salinan Alquran, termasuk 15.000 salinan dengan terjemahan bahasa Swedia, di berbagai negara di dunia,” ucap Anwar Ibrahim. Menurutnya, ini sebagai salah satu langkah untuk mengatasi pemahaman keliru Barat tentang Islam.
Bulan lalu, Ketua Dewan Umum Penerbitan Alquran dan Sunnah Nabi Kuwait mengumumkan bahwa organisasi ini, sejalan dengan tugas yang diberikan Dewan Menteri Kuwait dan pernyataan ketua dewan ini, akan mencetak 100.000 eksemplar Alquran dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Swedia dengan kerjasama Kementerian Luar Negeri Kuwait.
Dia menambahkan, Alquran ini seharusnya didistribusikan di Swedia, dan tujuannya adalah untuk menekankan budaya toleransi dalam Islam, menyebarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, koeksistensi positif di antara semua umat manusia dalam suasana penuh cinta, toleransi, dan perdamaian, menghilangkan kebencian, ekstrimisme dan fanatisme agama.
Penistaan Alquran di dua negara Swedia dan Denmark dalam dua bulan terakhir telah memicu kemarahan umat Islam dunia. Tindakan penting ini juga dikecam oleh lembaga internasional, termasuk PBB. (HRY)