IQNA

Mufti Tunisia:

Perbedaan Mazhab Semestinya Mengarah pada Kemudahan Urusan Umat Islam, bukan Hasutan

13:47 - October 03, 2023
Berita ID: 3479010
TEHERAN (IQNA) - Syekh Hisham bin Muhammad Al-Mukhtar menyatakan dunia Islam paling membutuhkan persatuan saat ini, karena perbedaan mazhab dan fikih sebenarnya diletakkan oleh Allah untuk memudahkan urusan kaum muslim dan ummat Islam, dan perbedaan tersebut sebenarnya merupakan berkah dan tidak boleh dijadikan sebagai sebuah hal yang tidak boleh digunakan dalam melayani fitnah dan perang antar umat Islam.

Menurut reporter Iqna, Syekh Hisham bin Muhammad Al-Mukhtar, Mufti Tunis, yang menghadiri Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-37 hari kedua pagi ini, 2 Oktober, mengawali pidatonya dengan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhamamd (Saw) dan kemudian dengan ucapan selamat hari kelahiran Nabi, mengungkapkan rasa senang dan hormatnya bisa menghadiri konferensi ini.

Lebih lanjut Al-Mukhtar menambahkan, dunia Islam paling membutuhkan persatuan saat ini, karena perbedaan mazhab dan fikih sebenarnya diletakkan oleh Allah untuk memudahkan urusan kaum muslim dan ummat Islam, dan perbedaan tersebut sebenarnya merupakan berkah dan tidak boleh dijadikan sebagai sebuah hal yang tidak boleh digunakan dalam melayani fitnah dan perang antar umat Islam.

Mufti Tunis menyatakan bahwa ia berasal dari Universitas Zaytounieh yang terkenal, yang selalu menjadi pusat penyebaran dan dakwah Islam di Afrika Utara. Ia mengisyaratkan pada perkataan Imam Ali (as) dan menekankan: Kita semua mencintai Rasulullah, dan cinta ini menuntun pada kesetiaan dan kesetiaan juga menyebabkan pada persatuan.

Merujuk pada gurunya Syeikh Mohammad Al-Khoja dan perannya dalam memublikasikan dan menghidupkan kembali ilmu-ilmu Islam, Ia berterima kasih kepada Republik Islam Iran yang telah menyelenggarakan konferensi ini dan berupaya mewujudkan persatuan Islam. (HRY)

 

4172574

captcha